Semarak Hari Anak Nasional di Ponorogo: Tari Massal “Gegojekan Putu Warok” Jadi Panggung Ekspresi Anak Usia Dini
![]() |
| Bunda lisdyarita Plt Bupati Ponorogo ketika hadiri puncak peringatan HAN di Lapangan Batalyon Kodim Ponorogo bersama Nurhadi Hanuri, Kadindik |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Semangat peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Ponorogo terasa begitu hidup. Ratusan anak usia dini bersama para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati Lapangan Batalyon Kodim Ponorogo, Rabu (9/6/2026), dalam sebuah perhelatan seni bertajuk Gelar Tari Massal “Gegojekan Putu Warok” sekaligus Lomba Prestasi Anak dan Guru PAUD.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan keceriaan mereka di hadapan publik. Dengan balutan kostum warna-warni khas budaya Ponorogo, para peserta tampil percaya diri, menari dengan gerakan enerjik yang merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita. Keduanya tampak menyatu dengan suasana, memberikan dukungan langsung kepada anak-anak yang tampil penuh semangat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter anak sejak usia dini. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri, kreatif, dan berani bermimpi.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar tampil, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Lisdyarita Plt. Bupati Ponorogo menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh.
Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, perlindungan dari kekerasan, serta ruang untuk bermain dan berkembang sesuai potensi masing-masing.
“Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Ini bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata melalui program pendidikan ramah anak, PAUD Holistik Integratif, hingga penguatan perlindungan anak,” tegasnya.
Kegiatan tari massal “Gegojekan Putu Warok” sendiri menjadi simbol bagaimana budaya lokal dapat dikemas secara edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Nilai-nilai keberanian, kebersamaan, dan identitas daerah tersampaikan melalui gerak tari yang sederhana namun penuh makna.
Di tengah riuh tepuk tangan dan sorak semangat, acara ini menjadi bukti bahwa anak-anak Ponorogo memiliki ruang untuk tumbuh dan bersinar. Mereka bukan hanya peserta, tetapi juga generasi penerus yang tengah dipersiapkan untuk masa depan yang lebih baik.
Peringatan Hari Anak Nasional di Ponorogo pun tidak hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga harapan—bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, bermimpi, dan meraih cita-cita mereka.(Nang/Red).
