115 Warga Binaan Rutan Ponorogo Terima Remisi HUT RI ke-81, Jadi Momentum Kembali ke Masyarakat
![]() |
| Bunda lisdyarita Plt Bupati Ponorogo serahkan secara simbolis remisi HUT Kemerdekaan RI ke-81 di rutan kelas IIB Ponorogo |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo menjadi momentum bagi warga binaan untuk menatap masa depan. Sebanyak 115 narapidana menerima remisi sebagai penghargaan atas proses pembinaan dan kepatuhan selama menjalani masa pidana.
Penyerahan remisi dan pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan berlangsung Senin (17/8/2026), dihadiri jajaran Forkopimda dan pejabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Hadir di antaranya Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Ketua Pengadilan Negeri Ponorogo Hendri Irawan, S.H., M.H., serta Sekda Ponorogo Dr. Agus Sugiarto, M.Si.
![]() |
| Bunda lisdyarita Plt Bupati Ponorogo dapat cinderamata dari Karutan Ponorogo M. Agung Nugroho |
Muhammad Agung Nugroho, Karutan Ponorogo menegaskan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan hukuman. Lebih dari itu, remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang mampu mengikuti pembinaan, menaati tata tertib dan menunjukkan perubahan perilaku.
Berdasarkan data per 13 Agustus 2026, jumlah penghuni Rutan Kelas IIB Ponorogo mencapai 198 orang, terdiri dari 149 narapidana dan 49 tahanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 narapidana memperoleh remisi, dengan rincian 110 laki-laki dan lima perempuan.
Pemberian remisi sekaligus menjadi pengingat bahwa proses pembinaan di balik tembok rutan tidak berhenti pada menjalani hukuman. Warga binaan didorong memiliki bekal keterampilan, kedisiplinan dan mental yang cukup ketika nantinya kembali berbaur dengan masyarakat.
Dukungan terhadap proses tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Dinas Kesehatan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dukungan itu mencakup pendidikan, literasi, layanan kesehatan hingga pemenuhan hak administrasi warga binaan.
Suasana peringatan HUT RI semakin semarak dengan penampilan tari Bujang Ganong dan demonstrasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dari warga binaan yang mengikuti pembinaan Pramuka.
Penampilan tersebut menjadi gambaran lain dari kehidupan di dalam rutan. Di balik status sebagai warga binaan, mereka tetap memiliki ruang untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat dan membangun kembali rasa percaya diri.
Remisi pun diharapkan tidak berhenti sebagai angka pengurangan masa pidana. Bagi warga binaan, remisi menjadi kesempatan untuk memperkuat tekad memperbaiki diri dan mempersiapkan langkah baru sebagai bagian dari masyarakat yang mandiri serta taat hukum.(Nang/Humas).

