BREAKING NEWS

7 Camat Ponorogo Ikut Berebut Kursi Eselon II, Tersebar di Lima Jabatan Strategis

Gambar hanya ilustrasi saja..

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Persaingan lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai memasuki babak baru. Dari 39 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, tujuh di antaranya merupakan camat aktif.

Ketujuh camat tersebut mencoba peruntungan untuk naik ke jenjang eselon II dengan mendaftarkan diri pada sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Menariknya, para camat itu tidak berkumpul pada satu jabatan. Mereka tersebar dalam beberapa posisi, mulai dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Tenaga Kerja hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

7 Camat Lolos Administrasi

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Andri Hendratmoyo, Camat Ngebel. Ia mendaftarkan diri untuk posisi Kepala BPPKAD.

Kemudian ada Shandra Aji Hidayanto, Camat Ponorogo, yang mengikuti seleksi untuk jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Jabatan yang sama juga diperebutkan Siti Hanifah, Camat Babadan. Keduanya kini harus bersiap menghadapi tahapan assessment untuk menentukan kandidat terbaik.

Dari wilayah Sukorejo, Setiyo Hari Sujatmiko, Camat Sukorejo, ikut dalam bursa calon Kepala Dinas Tenaga Kerja.

Posisi tersebut juga diikuti Boby Aji Antoni Andy Charolli dan Suseno, Camat Balong.

Sementara itu, Toni Khristiawan, Camat Kauman, mendaftarkan diri untuk posisi Kepala DPMPTSP.

Dengan demikian, tujuh camat aktif tersebut tersebar dalam lima jabatan strategis yang tengah dilelang Pemkab Ponorogo.

Bukan Sekadar Naik Kelas

Keikutsertaan para camat dalam seleksi JPT Pratama menunjukkan bahwa posisi kepala organisasi perangkat daerah kini menjadi arena kompetisi terbuka.

Namun, lolos administrasi belum berarti satu langkah sudah selesai. Para kandidat masih harus melewati tahapan assessment kompetensi dan uji kompetensi job target.

Assessment dijadwalkan berlangsung Rabu-Kamis, 19-20 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WIB sampai selesai di Gedung Assessment Center BKD Provinsi Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani I, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Panitia seleksi menegaskan peserta yang telah dinyatakan lulus administrasi tetapi tidak mengikuti assessment akan dinyatakan gugur.

Dalam tahapan tersebut, peserta pria diwajibkan mengenakan kemeja putih lengan panjang, berdasi dan celana panjang warna gelap. Peserta perempuan mengenakan baju putih, bawahan warna gelap dan syal.

Persaingan Mulai Terlihat

Masuknya tujuh camat aktif ke dalam daftar 39 pelamar membuat bursa JPT Pratama Ponorogo semakin menarik untuk dicermati.

Mereka memiliki pengalaman memimpin pemerintahan di tingkat kecamatan dan kini diuji untuk masuk ke level manajerial yang lebih tinggi dengan tanggung jawab organisasi, anggaran dan pelayanan publik yang lebih luas.

Namun, pengalaman sebagai camat bukan jaminan otomatis. Seluruh peserta harus menunjukkan kompetensi terbaik dalam setiap tahapan seleksi.

Setelah assessment, proses akan berlanjut sesuai mekanisme seleksi JPT Pratama hingga diperoleh kandidat-kandidat terbaik untuk mengisi jabatan yang dilelang.

Sebanyak 39 nama telah lolos pintu pertama. Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang mendaftar, melainkan siapa yang mampu bertahan hingga garis akhir.

Tujuh camat aktif pun harus membuktikan diri bahwa pengalaman memimpin wilayah mampu diterjemahkan menjadi kapasitas memimpin organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar