BREAKING NEWS

38 Hari Mengabdi, Mahasiswa Tinggalkan Jejak Besar di Wagirlor: UMKM Kini Punya NIB & Sertifikat Halal

Ceria, penutupan KKN di Desa Wagirlor Ngebel Ponorogo Dsek UIN Nusantara 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Selama 38 hari mengabdi di Desa Wagirlor, Kecamatan Ngebel, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berhasil meninggalkan jejak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dampaknya kini mulai terasa, di mana sejumlah pelaku usaha telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikat halal.

Penutupan kegiatan KKN yang digelar Sabtu (8/8/2026) berlangsung meriah di lapangan desa setempat, tepat di kawasan wisata Telaga Ngebel. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Reog Ponorogo yang menggugah semangat kebersamaan antara mahasiswa dan warga.

Salah satu mahasiswa KKN, Miftahul Jannah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, mengaku terkesan dengan pengalaman selama berada di Ponorogo. Ia menilai daerah ini memiliki kekuatan budaya yang masih terjaga dengan baik.

“Ponorogo ini luar biasa, tradisinya sangat kental. Masyarakatnya bersatu menjaga budaya, terutama Reog,” ujarnya.

Selain kekayaan budaya, keindahan Telaga Ngebel juga menjadi daya tarik tersendiri. Menurutnya, kawasan wisata tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Telaga Ngebel bagus sekali, pemandangannya luar biasa dan sangat potensial,” tambahnya.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pendampingan UMKM. Program yang dijalankan meliputi pengurusan legalitas usaha seperti NIB, sertifikasi halal, hingga penguatan branding dan label produk.

Upaya tersebut dinilai menjadi langkah strategis agar produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk melalui promosi digital.

“UMKM di sini punya potensi besar. Dengan legalitas dan promosi di media sosial, produk mereka bisa berkembang lebih luas,” jelas Miftahul.

Kepala Desa Wagirlor, Sumono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa yang dinilai sangat membantu pemerintah desa. Ia menuturkan, kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha di desanya.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Banyak UMKM yang kini sudah memiliki NIB dan sertifikat halal,” ungkapnya.

Menurutnya, proses pendampingan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya administratif, tetapi juga memastikan kualitas produk, terutama dalam aspek kehalalan.

“Mulai dari bahan hingga proses produksi dicek, sehingga aman dikonsumsi masyarakat dan wisatawan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar program kerja, interaksi selama lebih dari satu bulan juga menciptakan kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga. Berbagai kegiatan yang dilakukan bersama meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Wagirlor.

“Ada banyak kenangan dan karya yang ditinggalkan. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” imbuh Sumono.

Diketahui, sebanyak 29 mahasiswa KKN dari UIN Nusantara turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Berbagai program yang telah dijalankan diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam mendorong kemajuan UMKM desa.

Ke depan, Desa Wagirlor juga akan kembali menerima mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Wagirlor diharapkan terus berkembang menjadi desa wisata yang tidak hanya kuat secara budaya, tetapi juga mandiri secara ekonomi. (Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar