BREAKING NEWS

Bukan Sekadar Nonton Konser, Penonton JOSJIS Fest 2026 “Dipaksa” Melirik UMKM

Rame, UMKM di dalam Stadion Batoro Katong Ponorogo di konser josjis fest 2026 mendapat tempat 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Ada pemandangan menarik di tengah kemeriahan konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro Katong Ponorogo. Bukan hanya panggung dan riuh penonton yang menjadi perhatian, tetapi juga deretan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tertata rapi di sisi barat stadion.

Penataan ini membuat keberadaan UMKM tidak terasa seperti pelengkap acara. Justru, stan-stan tersebut menjadi bagian dari jalur yang secara alami dilewati penonton sebelum memasuki area stadion.

Dari pintu masuk tiket di sisi selatan, penonton kemudian diarahkan masuk melalui akses barat lapangan. Di titik inilah deretan UMKM berada. Stan berjajar rapi di sepanjang sisi barat, sehingga penonton praktis akan melewati kawasan UMKM sebelum menuju area konser.

Konsep tersebut terbilang sederhana, tetapi cukup efektif.

Penonton yang datang untuk menikmati hiburan sekaligus memiliki kesempatan untuk melihat, membeli, dan mencicipi berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.

Ada konser, ada keramaian, ada pula perputaran ekonomi.

Bagi pelaku UMKM, posisi stan yang berada di jalur lalu lintas penonton tentu menjadi keuntungan tersendiri. Mereka tidak harus “berebut perhatian” di lokasi yang terpisah dari pusat keramaian. Arus penonton justru membawa calon pembeli langsung ke depan lapak mereka.

Suasana konser pun membuat kawasan tersebut memiliki karakter berbeda. Orang datang bukan hanya membawa tiket dan antusiasme menonton pertunjukan, tetapi juga membawa kebutuhan untuk makan, minum, membeli camilan, hingga mencari produk khas yang bisa dibawa pulang.

Di sinilah sebuah konser bisa memiliki cerita ekonomi yang lebih panjang daripada durasi pertunjukan di atas panggung.

Jika panggung menjadi magnet utama, maka UMKM menjadi salah satu pihak yang ikut menikmati efek magnet tersebut.

Penataan stan yang rapi juga membuat area UMKM relatif nyaman dilalui. Deretan lapak terlihat lebih terorganisasi dan tidak mengganggu akses keluar-masuk penonton. Sebaliknya, keberadaannya justru memperkaya pengalaman pengunjung sejak pertama kali memasuki kawasan stadion.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah event berskala besar di daerah tidak melulu soal siapa yang tampil di panggung dan berapa banyak penonton yang datang.

Ada pertanyaan lain yang tak kalah penting: berapa banyak pelaku usaha lokal yang ikut mendapatkan manfaat dari keramaian tersebut?

JOSJIS Fest 2026 setidaknya memperlihatkan satu jawabannya. Ketika UMKM ditempatkan di titik strategis dan ditata dengan baik, keramaian penonton dapat sekaligus menjadi ruang promosi dan transaksi bagi usaha lokal.

Konser akhirnya bukan hanya menjadi panggung bagi para penampil.

Di sisi barat Stadion Batoro Katong, ada panggung lain yang tak kalah penting: panggung ekonomi warga.

Dan malam itu, para pelaku UMKM mendapat kesempatan untuk tampil di sana.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar