Ponorogo Kekurangan 1.587 Guru, Mengapa 1.445 Guru Belum Masuk Dapodik?

Nurhadi Hanuri
Kadindik Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Persoalan kekurangan guru di Kabupaten Ponorogo kembali menjadi sorotan. Di tengah banyaknya guru yang memasuki masa purna tugas, masih terdapat sekitar 1.445 tenaga pendidik yang belum masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Hal itu terungkap dalam diskusi pendidikan antara MKKS SMP Negeri Ponorogo dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menjelaskan, Dapodik sebenarnya tidak pernah ditutup. Namun, penambahan data tenaga pendidik dan kependidikan masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah.
“Dapodik tidak pernah ditutup. Yang ada adalah penambahan tenaga. Untuk penambahan itu kami menunggu perintah,” kata Nurhadi.
Ironisnya, hasil analisis kebutuhan menunjukkan Ponorogo justru masih kekurangan guru. Kekurangan guru kelas mencapai 630 orang, guru mata pelajaran 817 orang, sehingga total kekurangan guru mencapai sekitar 1.587 orang.
Menurut Nurhadi, Pemkab Ponorogo telah membentuk tim verifikasi dan pemutakhiran Dapodik yang melibatkan Dinas Pendidikan, BKPSDM, Bappeda, Inspektorat dan sejumlah unsur terkait.
Namun, penambahan seluruh guru non-Dapodik belum bisa dilakukan karena harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta regulasi pemerintah pusat terkait tenaga non-ASN.
Persoalan ini membuat sekolah berada dalam posisi dilematis. Guru dibutuhkan untuk menjaga proses pembelajaran, tetapi pembiayaan tenaga pendidik juga menjadi persoalan. Sementara upaya sekolah memperoleh dukungan melalui komite dikhawatirkan menimbulkan persoalan hukum jika mekanismenya tidak tepat.
Nurhadi menegaskan Dinas Pendidikan hanya berada pada posisi teknis. Kebijakan penambahan tenaga berada di tangan pemerintah daerah.
“Dinas Pendidikan hanya tim teknis. Mengenai kebijakan itu ada di pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan guru non-Dapodik agar tidak menggunakan jalur pembayaran kepada pihak tertentu untuk masuk Dapodik.
Kini Dinas Pendidikan masih menunggu kepastian pemerintah daerah dan kementerian terkait. Sebab, di satu sisi sekolah kekurangan guru, sementara di sisi lain ribuan tenaga pendidik yang sudah aktif mengajar belum memperoleh kepastian dalam sistem Dapodik.(Nang/Red).