Jeritan Wali Murid di Ponorogo: Biaya Karnaval HUT RI Tembus Rp250 Ribu, Garda Satu Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

Budiono
Ketua Garda Satu Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang identik dengan semarak kegiatan siswa, kini justru memunculkan keluhan dari sejumlah wali murid di Kabupaten Ponorogo. Tingginya biaya untuk mengikuti karnaval dan penampilan sekolah disebut-sebut mencapai ratusan ribu rupiah.
Ketua DPC Garda Satu Kabupaten Ponorogo, Budiono—yang akrab disapa Bendol—mengaku menerima banyak aduan dari para orang tua siswa. Keluhan tersebut mayoritas berkaitan dengan biaya sewa kostum hingga jasa rias (make up) yang dinilai cukup memberatkan.
“Secara moral memang terasa tidak pas, mengisi kemerdekaan kok mengeluh soal biaya. Tapi faktanya, banyak wali murid yang terbebani,” ujar Bendol, Sabtu (8/8/2026).
Ia menyebut, dalam beberapa kasus, orang tua tidak memiliki banyak pilihan karena sudah diarahkan untuk menggunakan jasa atau penyedia tertentu oleh pihak sekolah. Kondisi ini membuat biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih tinggi dibanding jika orang tua mencari sendiri.
“Banyak wali murid mengeluh soal biaya sewa baju dan make up. Bahkan ada yang merasa harus mengambil di tempat tertentu dengan harga yang relatif lebih mahal,” ungkapnya.
Meski demikian, Bendol menegaskan bahwa persoalan ini tidak menyasar sekolah tertentu. Menurutnya, fenomena serupa bisa terjadi di berbagai sekolah, sehingga pihaknya tidak ingin menunjuk atau menyudutkan pihak tertentu.
“Ini bisa terjadi di banyak sekolah. Kami tidak ingin menunjuk mana yang dianggap seenaknya menarik biaya,” jelasnya.
Sebagai langkah solusi, Garda Satu meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo untuk turun tangan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh sekolah. Tujuannya agar kegiatan peringatan kemerdekaan tetap berjalan, namun tidak membebani wali murid.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bisa memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah agar kegiatan seperti ini tetap ada, tapi tidak memberatkan orang tua,” tegasnya.
Ia menegaskan, pada prinsipnya para wali murid sangat mendukung anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemerdekaan. Namun, dukungan tersebut tidak boleh berubah menjadi beban ekonomi yang berlebihan, terlebih di tengah banyaknya pengeluaran pada awal tahun ajaran baru.
“Orang tua pasti mendukung anaknya tampil. Tapi jangan sampai terasa dipaksa. Apalagi sebelumnya sudah banyak pengeluaran untuk kebutuhan sekolah,” katanya.
Bendol menyebut, biaya yang harus dikeluarkan wali murid untuk sekali tampil bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Nominal tersebut dinilai cukup berat, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Karena itu, ia mendorong pihak sekolah untuk lebih bijak dalam menyusun kegiatan, termasuk mempertimbangkan kemampuan ekonomi wali murid yang beragam.
“Sekolah seharusnya membuat standar yang wajar. Jangan sampai kegiatan yang tujuannya baik justru menjadi beban. Ingat, kemampuan wali murid itu berbeda-beda,” tandasnya.
Ke depan, Garda Satu berharap peringatan HUT RI di lingkungan sekolah tetap berlangsung meriah dan edukatif, namun tidak menimbulkan polemik biaya di kalangan masyarakat. (Nang/Red).