Lagi dan Lagi! Pramuka SMAN 2 Ponorogo Kembali Kuasai Panggung, Juara Umum HUT ke-65 Pramuka

Mursid, M.Pd Kepala sekolah SMAN 2 Ponorogo terima piala juara umum Pramuka dadi Dandim kae Letkol Arh Faruk Saputra
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Lagi dan lagi. Tradisi juara itu kembali berlanjut di SMAN 2 Ponorogo. Kontingen Pramuka SMAN 2 Ponorogo kembali menunjukkan dominasinya dalam kompetisi kepramukaan tingkat Penegak SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo. Dalam momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka, SMAN 2 Ponorogo sukses menyabet Juara Umum Penegak dengan total raihan 72 poin.
Piala bergengsi tersebut diterima Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., dalam Apel Besar HUT ke-65 Pramuka yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo, Sabtu (29/8/2026).
Piala Juara Umum diserahkan langsung oleh Dandim 0802/Ponorogo, menjadi penanda keberhasilan siswa-siswi SMAN 2 Ponorogo mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama Pramuka Penegak di Bumi Reyog.
Namun, kemenangan itu bukan hasil kerja semalam.
Di balik angka 72 poin, ada latihan berminggu-minggu, disiplin yang terus ditempa, kekompakan tim, serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Hasilnya terlihat dari rentetan prestasi yang berhasil dibukukan.
Pada Lomba Devile, Penegak Putra dengan nomor peserta 11 meraih Juara 1 dengan nilai 371. Penegak Putri nomor peserta 14 juga menyabet Juara 1 dengan nilai 375.
Prestasi kembali ditorehkan dalam Lomba Formasi Variasi Barisan. Tim Putra kembali menjadi yang terbaik dengan nilai 372, sedangkan tim Putri meraih Juara 3 dengan nilai 362.
Tak berhenti di sana. Pada Lomba Kirab Karnaval, Penegak Putri SMAN 2 Ponorogo tampil sebagai Juara 1 dengan nilai 467. Sementara Penegak Putra berhasil mengamankan Juara 2 dengan nilai 445.
Kemampuan siswa di luar keterampilan baris-berbaris juga ikut diuji. Dalam Lomba Dokumentasi Proses Publikasi Digital Pramuka, tim Penegak Putra meraih Harapan 1 dengan nilai 130.
Rentetan capaian tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Pramuka SMAN 2 Ponorogo tidak hanya dibangun dari kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, kedisiplinan, kekompakan dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Bukan Juara Instan
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para siswa.
Menurutnya, gelar Juara Umum tahun ini merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini SMA 2 Ponorogo kembali menjadi Juara Umum dalam peringatan Pramuka ke-65. Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan oleh para siswa,” ujar Mursid.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, baik putra maupun putri, yang telah menjalani latihan dengan disiplin.
“Anak-anak berlatih dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab. Akhirnya hasilnya tidak mencederai proses latihan. Kalian benar-benar Pramuka sejati yang membawa nama baik SMA Negeri 2 Ponorogo,” ungkapnya.
Bagi Mursid, keberhasilan ini sekaligus mempertegas bahwa prestasi Pramuka di SMAN 2 Ponorogo bukan sekadar kebetulan.
Sekolah secara konsisten memberikan perhatian terhadap kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Pembinaan dilakukan secara rutin dengan target meningkatkan kemampuan siswa dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah tahun ini sebagai Juara Umum lagi. Ini mulai beberapa tahun ini juara umum terus. Bukti bahwa SMA 2 ini memang betul-betul untuk prestasi, khususnya bidang Pramuka, sangat diperhatikan dalam kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.
Ada Alumni di Balik Regenerasi
Satu hal yang juga menjadi kekuatan Pramuka SMAN 2 Ponorogo adalah keterlibatan para alumni.
Para alumni tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi ikut turun tangan mendampingi adik-adiknya sejak masa persiapan hingga perlombaan.
Menurut Mursid, hubungan antara kakak kelas, alumni, pembina dan anggota Pramuka menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan prestasi.
“Terima kasih kepada alumni yang sudah membersamai adik-adiknya, mendampingi sejak awal pelatihan, serta kepada seluruh pembina. Keterikatan antara kakak kelas dengan adiknya di Pramuka SMAN 2 Ponorogo ini sangat kuat dan peduli,” katanya.
Komunikasi yang intens tersebut membuat proses regenerasi berjalan secara alami. Pengalaman dari generasi sebelumnya ditularkan kepada generasi berikutnya.
Inilah yang membuat tradisi juara tetap hidup.
Sebab, mempertahankan Juara Umum tentu jauh lebih sulit daripada sekadar meraihnya sekali.
Mursid pun menyadari hal tersebut. Menurutnya, dibutuhkan kerja keras dari seluruh elemen untuk menjaga prestasi yang sudah menjadi tradisi.
“Meraih Juara Umum itu tidak mudah. Namun dengan kedisiplinan, kerja keras dan semangat tinggi dari pelatih, alumni, pembina serta anak-anak, alhamdulillah SMAN 2 Ponorogo bisa mencapai dan meraih Juara Umum lagi,” pungkasnya.
Lagi dan lagi, Pramuka SMAN 2 Ponorogo membuktikan: piala boleh berganti, generasi boleh berganti, tetapi tradisi juara harus tetap dijaga.(Nang/Red).
