BREAKING NEWS

“Nek Gawe Dhewe Monggo!” Kadisdik Ponorogo Dorong Guru Bikin LKS Sendiri


PONOROGO, SINYALPONOROGO
— LKS tak harus selalu datang dari penerbit. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, justru mendorong guru mata pelajaran berani membuat bahan ajar sendiri sesuai kebutuhan peserta didik.

Hal itu disampaikan Nurhadi dalam diskusi pendidikan yang difasilitasi MKKS SMPN Kabupaten Ponorogo bersama Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, LKS yang dibuat guru merupakan karya yang patut diapresiasi. Sebab, guru lebih memahami karakter siswa dan kondisi sekolah masing-masing.

"Nek gawe dhewe monggo. Karena itu adalah karya guru. Dan itu diapresiasi," ujar Nurhadi.

Ia menilai bahan ajar dari penerbit belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kondisi setiap sekolah. Pasalnya, karakter dan kebutuhan peserta didik antara satu sekolah dengan sekolah lainnya berbeda.

"Jangan sampai menggunakan hasil dari penerbit, yang nantinya Bapak/Ibu akan mengalami kesulitan untuk menceritakan apa unggulnya. Karena antara sekolah satu dengan sekolah yang lain itu berbeda-beda," jelasnya.

Nurhadi juga membuka ruang agar guru dapat berkolaborasi menyusun LKS secara bersama-sama, selama materi yang dibuat memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Dinas Pendidikan, LKS bukan sekadar lembar latihan. Jika lahir dari kreativitas guru dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, LKS justru bisa menjadi bagian dari inovasi pembelajaran.

Pesannya sederhana: guru jangan hanya menjadi pengguna bahan ajar. Kalau bisa membuat sendiri yang lebih sesuai kebutuhan anak didik, mengapa tidak?(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar