260 Pendaftar, Hanya 60 Terpilih! Taruna-Taruni SMK PGRI 2 Ponorogo Digembleng Disiplin ala Taruna
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Bukan sekadar seremoni. Pelantikan Taruna-Taruni Angkatan XIII SMK PGRI 2 Ponorogo dan SMK YKP Ponorogo menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi 60 siswa terpilih untuk menjadi bagian dari penegak kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Pelantikan digelar di halaman SMK PGRI 2 Ponorogo, Sabtu (12/9/2026), dan dihadiri para wali Taruna-Taruni Angkatan XIII tahun 2026.
Di balik pelantikan tersebut, tersimpan proses seleksi yang tidak mudah. Dari sekitar 260 siswa yang mendaftar, hanya 60 siswa yang dinyatakan lolos untuk menjadi Taruna-Taruni.
Mereka kemudian menjalani pendidikan dan pelatihan selama 11 hari. Bahkan, selama lima hari, para peserta harus menjalani karantina penuh di sekolah dan tidak diperbolehkan pulang.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, mengatakan program tersebut tidak semata-mata bertujuan melatih kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Menurutnya, Taruna-Taruni dipersiapkan menjadi siswa yang memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, kecerdasan, serta tanggung jawab.
“Taruna-Taruni di SMK PGRI 2 Ponorogo itu adalah penegak kedisiplinan di SMK PGRI 2 Ponorogo,” ujar Agus usai kegiatan pelantikan.
Dalam proses pendidikannya, SMK PGRI 2 Ponorogo menggandeng Koramil Babadan. Para siswa mendapatkan pembekalan yang diarahkan untuk membentuk mental dan karakter agar memiliki tingkat kedisiplinan lebih tinggi.
“Bukan hanya pelatihan PBB saja. Mereka dididik dari kedisiplinan, kemudian kecerdasan, sehingga nantinya menjadi karakter yang lebih unggul,” jelasnya.
Bukan Sekadar Seragam, Tapi Bekal Masa Depan
Program Taruna-Taruni tersebut juga dirancang sebagai salah satu bekal bagi siswa menghadapi masa depan.
Agus menyebut, sejumlah lulusan Taruna-Taruni SMK PGRI 2 Ponorogo sebelumnya telah diterima di berbagai institusi, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, kepolisian, hingga perusahaan-perusahaan besar.
Menurutnya, pengalaman pendidikan kedisiplinan menjadi salah satu modal penting bagi siswa ketika memasuki dunia kerja maupun mengikuti seleksi institusi kedinasan.
“Karena karakter atau jiwa Taruna-Taruni itu sudah mapan dengan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya,” katanya.
Agus pun memberikan pesan sederhana tetapi penuh makna kepada para Taruna-Taruni yang baru dilantik.
“Untuk hari ini menangislah bermandikan keringat, daripada esok menangis bermandikan air mata.”
Wali Siswa Ikut Menjadi Saksi
Kehadiran para wali siswa dalam pelantikan bukan tanpa alasan. Pihak sekolah ingin memberikan penghargaan sekaligus apresiasi kepada orang tua yang selama ini memberikan dukungan kepada putra-putrinya selama mengikuti proses pendidikan dan pelatihan.
“Ini bentuk apresiasi kita dan bentuk ucapan terima kasih kepada wali siswa Taruna-Taruni karena support-nya selama ini,” terang Agus.
Menariknya, meski peminat program Taruna-Taruni cukup besar, pihak sekolah memastikan jumlah anggota ke depan tetap dibatasi 60 siswa.
Agus menjelaskan pembatasan tersebut dilakukan agar pembinaan tetap berjalan optimal, terlebih program Taruna-Taruni kini telah memasuki jenjang kelas di atasnya.
Drum Band Sterida, Suasana Pelantikan Makin Semarak
Kemegahan pelantikan semakin terasa ketika para Taruna-Taruni mempersembahkan penampilan apik Drum Band Sterida Ponorogo.
Penampilan tersebut menghadirkan suasana yang mengingatkan pada tradisi kedisiplinan dan ketegapan dalam pendidikan militer maupun kepolisian.
Barisan yang rapi, gerakan serempak dan penampilan penuh percaya diri menjadi salah satu momen yang menarik perhatian para wali siswa.
Bagi orang tua, penampilan tersebut bukan sekadar hiburan. Ada kebanggaan tersendiri melihat putra-putri mereka tampil dengan karakter yang berbeda setelah menjalani proses pendidikan Taruna-Taruni.
Salah satunya Santoso, warga Bungkal yang hadir sebagai wali Taruna.
Ia mengaku senang dan bangga melihat perkembangan anaknya setelah mengikuti pendidikan Taruna.
Menurutnya, anaknya kini memiliki rasa tanggung jawab dan kedisiplinan yang lebih baik.
“Senang dan bangga. Anak menjadi lebih punya tanggung jawab dan disiplin,” ungkapnya.
Santoso berharap bekal kedisiplinan yang diperoleh selama menjadi Taruna dapat menjadi modal bagi anaknya untuk meraih cita-cita.
Ia pun berharap setelah lulus nanti, anaknya bisa mengikuti jejak para senior dan diterima menjadi anggota TNI maupun Polri.
Pelantikan Angkatan XIII akhirnya bukan sekadar pergantian status dari siswa menjadi Taruna. Lebih dari itu, menjadi awal perjalanan panjang untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab dan siap menghadapi masa depan.(Nang/Red).



