Merajut Sinergi, Mengukir Kenangan: Kapolres Ponorogo dan Awak Media Berpisah dalam Suasana Gayeng

Suasana perpisahan AKBP Andin Wisnu Sudibyo bersama awak media di Vulcan Flow
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Ada yang berbeda di Vulcan Flow, Jumat malam (11/9/2026). Bukan sekadar pertemuan antara polisi dan wartawan, malam itu menjadi ruang untuk merajut kembali silaturahmi sekaligus mengukir kenangan sebelum Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo meninggalkan Bumi Reog untuk menjalankan tugas barunya di Biro Paminal Polri, Jakarta.
Suasana berlangsung gayeng, santai dan penuh keakraban. Tidak tampak sekat antara pejabat kepolisian dan awak media. Percakapan mengalir, diselingi canda dan tawa, seolah menjadi penanda bahwa hubungan yang selama ini terbangun bukan semata hubungan kerja, melainkan telah berkembang menjadi sebuah persahabatan.
AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna penting. Selain menjadi momentum perpisahan, acara itu juga menjadi ruang untuk menjaga silaturahmi yang telah terjalin selama dirinya bertugas di Ponorogo.
Menurut Andin, media memiliki peran penting dalam membantu tugas kepolisian. Media bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat, meluruskan disinformasi serta ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Media di Ponorogo bukan sekadar pencari berita bagi kami, melainkan sebagai mitra strategis,” ujar Andin dalam sambutannya.
Di hadapan para jurnalis, Andin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin Polres Ponorogo terdapat komunikasi maupun sikap yang belum sempurna.
Sebagai manusia, ia menyadari tidak semua hal selama menjalankan tugas dapat berjalan tanpa kekurangan.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya pribadi bersama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala hal yang mungkin kurang berkenan,” katanya.
Pesan yang paling kuat dari Andin malam itu adalah agar hubungan yang telah dibangun selama bertugas di Ponorogo tidak berhenti hanya karena perpindahan tugas.
Ia meminta awak media tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi meski dirinya nantinya tidak lagi berkantor di Mapolres Ponorogo.
“Jangan sampai ikatan kemitraan dan persaudaraan yang telah kita bangun putus karena jarak tempat kita bertugas,” tuturnya.
Bagi Andin, perjalanan selama memimpin Polres Ponorogo tidak hanya meninggalkan catatan pekerjaan, tetapi juga meninggalkan banyak cerita bersama masyarakat dan insan pers.
Karena itu, malam perpisahan tersebut terasa lebih seperti pertemuan keluarga besar. Formalitas perlahan mencair. Polisi dan wartawan duduk bersama, berbincang dalam suasana yang jauh dari kesan kaku.
Pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Ponorogo pun segera berlangsung. Tongkat estafet akan diteruskan kepada Kapolres Ponorogo yang baru.
Andin berharap sinergi yang selama ini terbangun antara Polres Ponorogo dan media dapat terus dipertahankan, bahkan semakin kuat di bawah kepemimpinan pejabat baru.
Ia juga menitipkan pesan agar awak media tetap menjadi corong informasi yang terpercaya bagi masyarakat Ponorogo.
“Berikan dukungan yang terbaik kepada Kapolres Ponorogo yang baru. Saya yakin sinergi dan keterbukaan informasi publik akan semakin kuat,” ujarnya.
Malam semakin asyik, namun suasana keakraban belum benar-benar ingin berakhir. Di tengah canda, obrolan ringan dan kebersamaan, terselip pesan bahwa pergantian jabatan adalah hal biasa dalam institusi kepolisian.
Yang tidak biasa adalah kenangan yang ditinggalkan.
AKBP Andin Wisnu Sudibyo akan melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru. Sementara bagi awak media Ponorogo, malam di Vulcan Flow itu menjadi salah satu catatan perjalanan—tentang seorang Kapolres yang berpamitan, tentang kemitraan yang pernah dibangun, dan tentang silaturahmi yang diharapkan tidak ikut berakhir bersama pergantian jabatan.
Selamat bertugas di tempat baru, AKBP Andin Wisnu Sudibyo. Bumi Reog mungkin bukan lagi tempat berdinas, tetapi semoga tetap menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan kenangan.(Nang/Red).
