16 Manager Kopdes Kauman Mulai Bergerak, Camat Ingatkan: Jangan Cuma Sibuk Urusan Administrasi
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Sebanyak 16 manager Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kecamatan Kauman mulai menyatukan langkah. Mereka mengikuti silaturahmi dan koordinasi bersama pemerintah kecamatan serta unsur kewilayahan, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum para manager menjalankan tugas di masing-masing desa. Selain memperkuat komunikasi, forum itu membahas pentingnya sinergi agar Kopdes tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi mampu bergerak sesuai potensi ekonomi desa.
Camat Kauman Toni Khristiawan menegaskan, pengelolaan Kopdes membutuhkan tanggung jawab, profesionalitas dan keterbukaan.
“Jangan sampai Kopdes hanya berjalan secara administratif, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Toni.
Menurutnya, 16 desa di Kecamatan Kauman memiliki karakteristik serta potensi yang berbeda. Karena itu, pengelolaan koperasi tidak bisa menggunakan pola yang sama di setiap wilayah.
Para manager diharapkan mampu memetakan potensi desa, membaca kebutuhan masyarakat dan membangun komunikasi dengan kepala desa maupun unsur masyarakat lainnya.
“Potensi desa harus bisa dipetakan dan dikembangkan. Manager harus mampu menjadi penghubung yang baik, membangun komunikasi dengan kepala desa dan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Toni mengatakan, komunikasi sejak awal penting agar Kopdes memiliki arah pengembangan yang jelas. Pemerintah kecamatan juga siap mendukung koordinasi apabila dalam pelaksanaannya muncul berbagai persoalan di lapangan.
Dukungan terhadap penguatan sinergi tersebut juga disampaikan Danramil Kauman Kapten Arm. Amat Haryono. Menurutnya, koordinasi antara pengelola Kopdes, pemerintah desa dan unsur kewilayahan diperlukan agar pelaksanaan program berjalan tertib dan kondusif.
Pertemuan 16 manager tersebut sekaligus menjadi awal terbentuknya jejaring bersama di tingkat Kecamatan Kauman. Mereka diharapkan tidak hanya memahami tata kelola koperasi, tetapi juga mengenali kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di desa tempat mereka bertugas.
Tantangan Kopdes ke depan adalah membuktikan bahwa koperasi mampu menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal. Potensi usaha desa harus diolah menjadi peluang yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, dari silaturahmi ini lahir kerja sama yang kuat. Pemerintah kecamatan siap mendukung koordinasi yang diperlukan, sehingga Kopdes di 16 desa dapat berkembang sesuai potensi masing-masing dan pada akhirnya memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Toni.
Setelah koordinasi awal ini, para manager Kopdes dihadapkan pada pekerjaan yang lebih konkret: membawa koperasi dari sekadar struktur organisasi menjadi kegiatan ekonomi yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.(Nang/Red).
