BREAKING NEWS

Heboh Sumbangan Rp2,5 Juta, Komite SMAN 1 Ponorogo: Jangan Sampai Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya


PONOROGO, SINYALPONOROGO
 
— Angka Rp2,5 juta dalam pembahasan sumbangan di SMAN 1 Ponorogo menjadi perhatian wali murid. Di tengah sorotan tersebut, Komite SMAN 1 Ponorogo akhirnya memberikan penjelasan mengenai posisi nominal yang muncul dalam kesepakatan rapat komite.

Pengurus Komite SMAN 1 Ponorogo, Sugeng Hariono atau Sugeng Srikandi, menegaskan Rp2,5 juta bukan angka yang harus dipenuhi seluruh wali murid tanpa melihat kondisi ekonomi masing-masing keluarga.

Menurutnya, nominal tersebut merupakan hasil musyawarah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Namun, kesepakatan itu tidak dimaksudkan menjadi beban yang memaksa bagi wali murid yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

“Rp2,5 juta itu hasil kesepakatan dalam musyawarah. Tetapi bukan angka mati. Bagi wali murid yang tidak mampu, tentu boleh memberikan sesuai kemampuannya,” kata Sugeng kepada sinyal Rabu, 7/10/2026.

Bahkan, ia menyebut siswa yatim dan anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu tetap mendapat perhatian.

“Untuk anak yatim dan mereka yang benar-benar tidak mampu, tidak membayar pun tidak menjadi persoalan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah munculnya perhatian terhadap mekanisme sumbangan di sekolah. Sebab, persoalan pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut berapa nominal yang disepakati, tetapi juga bagaimana kesepakatan tersebut diterapkan kepada wali murid dengan kondisi ekonomi yang berbeda-beda.

Komite pun menegaskan tidak ingin persoalan biaya justru menjadi penghalang seorang anak mendapatkan pendidikan.

“Jangan sampai ada anak bangsa yang tidak sekolah hanya karena tidak punya biaya,” ujar Sugeng.

Ia mengatakan komite memiliki fungsi untuk membantu sekolah meningkatkan kualitas pendidikan melalui dukungan terhadap berbagai program yang membutuhkan pembiayaan tambahan.

Menurutnya, peningkatan mutu tidak sebatas membangun atau melengkapi fasilitas sekolah. Potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik juga membutuhkan dukungan.

Mulai dari matematika, sains, olahraga, seni hingga berbagai kompetisi yang dapat mengembangkan kemampuan peserta didik, kata Sugeng, membutuhkan perhatian agar siswa memiliki kesempatan berprestasi.

“Kalau kita ingin SMAN 1 Ponorogo memiliki nilai lebih dan mampu bersaing, tentu potensi anak-anak harus kita dukung. Anak yang punya kemampuan matematika, sains, olahraga, seni, maupun bidang lainnya jangan sampai terkendala hanya karena persoalan biaya,” katanya.

Namun, dukungan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi. Komite menilai penggunaan dana yang berasal dari sumbangan wali murid harus jelas peruntukannya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sugeng menyebut pengelolaan anggaran harus terbuka melalui mekanisme komite sehingga wali murid dapat mengetahui manfaat dari dukungan yang diberikan.

Di sisi lain, komite juga tengah mendorong perhatian lebih bagi siswa yatim dan keluarga kurang mampu. Salah satu gagasan yang muncul adalah pendampingan pendidikan secara berkelanjutan melalui semangat gotong royong, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan yayasan.

“Kalau ada anak yatim atau anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu, mari kita gotong royong. Kita carikan jalan keluarnya,” katanya.

Dengan demikian, menurut komite, ukuran keberhasilan dukungan wali murid bukan semata-mata pada besarnya nominal yang terkumpul. Yang lebih penting adalah manfaatnya bagi pendidikan siswa.

“Yang mampu mari membantu sesuai kesepakatan. Yang belum mampu jangan dipaksakan. Yang membutuhkan bantuan justru harus kita bantu,” pungkasnya.

Kini, penjelasan komite tersebut menjadi bagian penting dalam melihat polemik sumbangan Rp2,5 juta di SMAN 1 Ponorogo secara lebih utuh. Di satu sisi ada kebutuhan sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, sementara di sisi lain terdapat kewajiban memastikan persoalan pembiayaan tidak menjadi penghalang bagi siswa dari keluarga kurang mampu.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar