303 Warga Tumpuk Kesulitan Air Bersih, Polres Ponorogo Bersama Tim Gabungan Kirim 5.000 Liter
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Sebanyak 303 warga Dukuh Tapas, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu mendorong kepolisian bersama sejumlah instansi turun langsung menyalurkan bantuan air.
Sebanyak 5.000 liter air bersih dikirim ke wilayah tersebut pada Kamis (8/10/2026). Bantuan menyasar warga RT 03 dan RT 04, RW 01, yang terdiri atas 77 kepala keluarga atau 303 jiwa.
Air kemudian ditampung di tempat penampungan yang telah disiapkan warga. Dari sana, masyarakat mengambil air menggunakan galon dan jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran dipimpin Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto, S.H. Bersama kepolisian, hadir pula Camat Sawoo Dina Andriani, S.STP., M.Si., jajaran Forkopimcam, Serka Sugito dari Koramil Sawoo, KUA Kecamatan Sawoo, BAZNAS Kabupaten Ponorogo, serta BPBD Kabupaten Ponorogo.
Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto, mengatakan persoalan air bersih menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan kehadiran langsung dan kerja bersama lintas lembaga.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan air bersih, kami bersama seluruh unsur terkait berupaya hadir memberikan bantuan secara langsung,” kata Tutut.
Menurut dia, distribusi air tidak berhenti pada bantuan sosial semata. Kehadiran aparat dan pemerintah di tengah warga menjadi bagian dari respons terhadap persoalan kebutuhan dasar yang mereka hadapi.
“Kami tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi Forkopimcam, TNI, BAZNAS, BPBD, KUA, dan seluruh pihak yang peduli terhadap kondisi warga,” ujarnya.
Sebanyak 5.000 liter air yang dikirim kali ini menjadi bantuan untuk meringankan kebutuhan warga. Polsek Sawoo juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak sesuai kebutuhan.
Bagi warga Dukuh Tapas, bantuan tersebut setidaknya memberi ruang bernapas di tengah keterbatasan air bersih. Penyaluran berlangsung aman dan tertib, dengan harapan kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi selama kesulitan air berlangsung.(Nang/Red)
