BREAKING NEWS

Lima Jembatan Garuda Dibangun di Ponorogo, Progres Tertinggi Tembus 89 Persen

Jembatan perintis Garuda di Ponorogo terus dikebut pembangunannya 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Pembangunan lima Jembatan Perintis Garuda Tahap VII Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Proyek yang tersebar di lima kecamatan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Kodim 0802/Ponorogo bersama unsur terkait dan masyarakat setempat terus mengerjakan proyek strategis pemerintah tersebut. Berdasarkan data progres per Kamis (22/10/2026), pembangunan jembatan di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, menjadi yang paling maju dengan capaian 89,52 persen.

Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS., melalui Media Center 0802 menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan pembangunan secara maksimal dan profesional.

“Alhamdulillah, Kodim 0802/Ponorogo pada proyek pembangunan Tahap VII ini memperoleh lima proyek pembangunan jembatan yang semuanya dikerjakan secara profesional,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Menurut Farauk, pembangunan jembatan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah, terutama bagi warga yang masih mengalami kendala transportasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Adanya proyek ini tentu bukan hanya sekadar membangun bangunan fisik saja, melainkan juga membangun urat nadi perekonomian, pendidikan, akses kesehatan bagi warga, khususnya saudara kita yang saat ini mengalami kendala akan transportasi,” terangnya.

Progres Lima Jembatan

Lima jembatan yang masuk dalam program pembangunan Tahap VII tersebut tersebar di Kecamatan Sukorejo, Badegan, Pudak, Balong, dan Jetis.

Di Kecamatan Sukorejo, pembangunan jembatan berada di Sungai Bengawan, Dukuh Wotmangu, Desa Nambangrejo. Progresnya telah mencapai 89,52 persen, menjadikannya proyek dengan capaian tertinggi di antara lima lokasi.

Berikutnya, pembangunan jembatan di Sungai Swiyu, Dukuh Bondalem, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan, mencapai 82,19 persen.

Sementara itu, pembangunan jembatan di Sungai Keyang Atas, Dukuh Kendal, Desa Bareng, Kecamatan Pudak, telah mencapai 49,66 persen. Di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, jembatan yang berada di Sungai Tempuran, Dukuh Tanjungrejo, mencapai 49,26 persen.

Adapun pembangunan jembatan di Sungai Tambak, kawasan DAS Solo, Dukuh/Desa Besuki, tercatat mencapai 46,84 persen berdasarkan data yang disampaikan Kodim 0802/Ponorogo.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa progres pengerjaan di setiap lokasi masih berbeda. Dua jembatan telah melampaui 80 persen, sedangkan tiga lainnya masih berada pada kisaran 46–50 persen.

Menunggu Manfaat bagi Masyarakat

Pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah pedesaan memiliki arti penting bagi mobilitas warga. Jembatan yang berfungsi dengan baik dapat membantu memperlancar perjalanan menuju sekolah, fasilitas kesehatan, lahan pertanian, hingga pusat kegiatan ekonomi.

Karena itu, penyelesaian proyek menjadi hal yang dinantikan, terutama oleh masyarakat di kawasan yang selama ini menghadapi hambatan akses akibat kondisi geografis dan keterbatasan sarana penghubung.

Keterlibatan anggota Kodim 0802/Ponorogo bersama unsur terkait dan masyarakat setempat menjadi bagian dari proses pengerjaan lima jembatan tersebut.

Dengan progres yang terus berjalan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi. Infrastruktur itu juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, memperkuat konektivitas antardesa, serta mendukung pemerataan akses dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar