BREAKING NEWS

Reses di Ponorogo, Mbah Kanang Soroti Ekonomi Lesu hingga Koperasi Desa Merah Putih

Mbah Kanang anggota DPR RI fraksi PDIP jaring aspirasi di Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO 
 – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. H. Budi Sulistiyono atau yang akrab disapa Mbah Kanang, menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin berat. Sepinya pembeli di pasar hingga kebijakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan dalam agenda reses di Ponorogo.

Pernyataan itu disampaikan Mbah Kanang saat menggelar reses atau serap aspirasi di Warock Cafe Kintamani, Ponorogo, Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo serta kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Di hadapan peserta, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur yang meliputi Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Trenggalek itu mengajak melihat perubahan kondisi ekonomi masyarakat dari tahun ke tahun.

Menurut Mbah Kanang, kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini perlu menjadi perhatian serius. Ia mencontohkan pasar yang mulai sepi pembeli, bukan karena berkurangnya pedagang, melainkan masyarakat yang datang untuk berbelanja.

“Sekarang di pasar itu sepi. Sepi bukan yang jualan, tetapi yang membeli,” ujarnya.

Mbah Kanang juga mempertanyakan efektivitas kebijakan ekonomi, khususnya program Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya perlu dikaji secara cermat. Ia menyoroti skema pendanaan program yang dikaitkan dengan dana desa serta rencana penyaluran sejumlah kebutuhan melalui koperasi tersebut.

Ia mengaku belum melihat gambaran yang meyakinkan mengenai keberhasilan program itu. Karena itu, menurutnya, kebijakan ekonomi perlu diuji berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan sekadar gagasan di atas kertas.

“Kalau saya melihat, uji coba KDMP ini tidak akan berhasil,” tegasnya.

Kritik tersebut, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat. Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi dan penghargaan terhadap para senior dalam internal partai.

Mbah Kanang menilai, berbagai persoalan yang muncul perlu dibicarakan secara terbuka agar partai dapat menentukan sikap berdasarkan kondisi di lapangan.

Aspirasi Warga Minta Dikawal

Selain menyampaikan pandangan politik dan ekonomi, reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung.

Salah satunya disampaikan Agus, peserta dari Desa Caluk, yang mempertanyakan peluang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi.

Menanggapi hal itu, Mbah Kanang meminta agar calon penerima didata dengan baik. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk mengupayakan alokasi bantuan PIP, dengan harapan dapat direalisasikan pada 2027.

Aspirasi lain berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk jembatan serta sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Mbah Kanang meminta warga atau pihak yang mengusulkan bantuan menyiapkan proposal secara jelas. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengawal usulan kepada kementerian terkait agar memperoleh perhatian dan peluang realisasi.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat tidak cukup hanya dicatat dalam forum reses. Setiap usulan perlu ditindaklanjuti melalui pendataan, administrasi, koordinasi, dan pengawalan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Reses itu sekaligus memperlihatkan dua persoalan yang menjadi perhatian Mbah Kanang: kondisi ekonomi masyarakat yang membutuhkan evaluasi kebijakan, serta kebutuhan konkret warga yang menuntut tindak lanjut.

Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan reses pada akhirnya bukan sekadar banyaknya aspirasi yang disampaikan, melainkan sejauh mana usulan tersebut dapat diperjuangkan hingga berpeluang direalisasikan.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar