BREAKING NEWS

Tinjau Drainase Rp200 Juta di Ngawi, Atika Banowati: Air Harus Mengalir, Jalan Tak Tergenang

Hj. Atika Banowati, SH anggota Komisi D DPRD Propinsi Jatim ketika mengecek pembangunan Drainase di desa Pangkur Ngawi 

NGAWI, SINYALPONOROGO
– Pembangunan infrastruktur tidak selalu harus berupa jalan mulus atau bangunan megah. Saluran drainase yang berfungsi baik juga menjadi kebutuhan penting warga, terutama untuk mengendalikan aliran air saat hujan sekaligus mencegah genangan yang berpotensi merusak jalan.

Hal itu menjadi perhatian Hj. Atika Banowati, SH, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, saat meninjau langsung pembangunan drainase di Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Kamis (22/10/2026).

Drainase sepanjang 103 meter tersebut telah selesai dikerjakan dengan anggaran Rp200 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Pembangunan ini merupakan hasil reses Atika di Desa Pangkur, ketika warga menyampaikan kebutuhan saluran air di lingkungan RT 06–07.

Bagi warga, keberadaan drainase bukan sekadar pembangunan fisik. Saluran tersebut diharapkan mampu mengarahkan aliran air secara lebih tertata, termasuk menuju area persawahan, sehingga tidak menggenangi jalan ketika hujan turun.

Atika mengatakan, pembangunan drainase itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga dan mempercepat kerusakan jalan.

“Harapan kami tentunya dengan dibangunnya drainase tersebut, saat hujan air mengalir sesuai tempat dan fungsinya. Air bisa diarahkan ke persawahan serta tidak menggenangi jalan, yang membuat jalan rusak akibat tergenang,” ungkap Atika.

Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses menjadi salah satu pijakan dalam memperjuangkan pembangunan di daerah. Kebutuhan infrastruktur dasar seperti drainase perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan lingkungan dan aktivitas sehari-hari warga.

Pembangunan saluran air ini sekaligus menjadi pengingat bahwa manfaat infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan, tetapi juga oleh fungsi dan pemeliharaannya. Drainase yang terawat dan berfungsi optimal diharapkan mampu membantu mengendalikan aliran air, terutama saat curah hujan meningkat.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan (Dapil) IX yang meliputi Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi, Atika berharap pembangunan yang bersumber dari anggaran provinsi tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Kini, setelah pembangunan drainase sepanjang 103 meter itu rampung, harapan warga RT 06–07 Desa Pangkur tertuju pada manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang: aliran air lebih tertata, jalan tidak mudah tergenang, dan lingkungan menjadi lebih nyaman.

Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya tentang anggaran yang terserap atau proyek yang selesai, melainkan tentang manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar