Telur Gulung Abang Mahmudi, Murah Meriah tapi Jadi Penopang Hidup Keluarga
![]() |
Mahmudi penjual Telur Gulung di depan Indomart Gajah Mada Ponorogo |
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Jajanan ringan bernama telur gulung memang tak pernah kehilangan penggemarnya. Aroma gurihnya, ditambah tekstur bihun renyah dan tusukan bambu yang sederhana, selalu berhasil menggoda lidah siapa pun yang melintas. Harganya pun ramah di kantong, hanya seribu rupiah per tusuk.
Di depan Indomaret Jalan Gajah Mada, Ponorogo, jajanan ini bisa ditemui setiap hari. Gerobak kecil dengan wajan penggorengan mungil milik Mahmudi (42) tak pernah sepi. Anak-anak sekolah, remaja, hingga orang dewasa bergantian datang membeli.
“Murah, enak, dan cepat habis,” begitu komentar singkat salah satu pembeli.
![]() |
Telur gulung Made in Mahmudi Ayooo gaes bisa dicoba |
Mahmudi, warga Kelurahan Surodikraman, sudah satu setengah tahun terakhir menekuni usaha ini. Momentum pembangunan pedestrian di Jalan Gajah Mada justru menjadi berkah baginya. Semakin ramai pejalan kaki, semakin besar pula peluang rezeki.
“Awalnya coba-coba, alhamdulillah ternyata pembelinya banyak,” tutur Mahmudi.
Sebelum berjualan, Mahmudi hanya bekerja serabutan. Mulai buruh harian hingga pekerjaan kasar apa saja dilakoninya demi nafkah halal.
Namun, penghasilan tak pernah pasti. Dari situ ia memberanikan diri merintis usaha kecil dengan modal sederhana. Siapa sangka, gerobak telur gulung itu kini menjadi tumpuan hidup keluarganya.
“Kalau ditanya untungnya besar atau tidak, ya standar saja. Tapi setidaknya ada kepastian. Anak bisa sekolah, kebutuhan rumah tangga juga terpenuhi,” ucapnya sambil tersenyum.
Kini, berkat kesabaran dan kerja keras, Mahmudi mampu menghidupi istri serta tiga buah hatinya. Dari tusuk demi tusuk telur gulung, ia menemukan jalan baru yang penuh keberkahan.
Kisah Mahmudi bukan hanya cerita tentang jajanan seribu rupiah, melainkan cermin keteguhan orang kecil yang bertahan dengan usaha sederhana. Dari tepian pedestrian Gajah Mada, ia membuktikan bahwa rezeki akan selalu datang bagi mereka yang mau berusaha.
Penulis : Nanang