Babinsa Turun ke Sawah, Saat Petani Panen di Bedoho
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Di tengah hamparan padi yang menguning di Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Jumat (20/2/2026), sosok berseragam loreng tampak menyatu dengan para petani. Bukan sekadar berdiri mengawasi, tetapi ikut merontokkan padi dengan alat manual.
Dialah Kopka Suryanto, Babinsa Desa Bedoho dari Koramil Tipe C 0802/18 Sooko, jajaran Kodim 0802/Ponorogo.
Bagi warga, kehadiran Babinsa di musim panen bukan pemandangan baru. Namun setiap kali panen tiba, keterlibatan aparat teritorial ini selalu membawa energi tersendiri. Di saat petani berpacu dengan cuaca dan waktu agar gabah tidak rusak, tambahan tenaga menjadi sangat berarti.
Kopka Suryanto mengatakan, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas kewilayahan.
“Kami ingin memastikan para petani tetap semangat dan merasa didampingi. Ketahanan pangan dimulai dari sawah, dari kerja keras mereka,” ujarnya di sela aktivitas.
Tak sekadar simbolis, ia terjun langsung membantu merontokkan padi. Tangan yang biasa menggenggam senjata, hari itu sibuk memisahkan bulir dari tangkainya. Keringat bercampur debu jerami, menyatu dalam suasana gotong royong yang kental.
Menurutnya, kehadiran Babinsa bukan hanya soal pengamanan wilayah, tetapi juga membangun kedekatan sosial.
“Dengan ikut bekerja bersama, hubungan kami dengan warga semakin erat. Silaturahmi terjaga, komunikasi pun lebih terbuka,” tambahnya.
Pendampingan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Kodim 0802/Ponorogo dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Di tingkat desa, dukungan nyata itu hadir dalam bentuk tenaga, motivasi, hingga pengawalan distribusi hasil panen.
Bagi para petani Bedoho, panen kali ini bukan hanya soal hasil gabah yang terkumpul, tetapi juga tentang kebersamaan. Di antara tumpukan padi yang siap dijemur, tersimpan pesan sederhana: negara hadir, bahkan hingga ke petak-petak sawah.(Nang/Humas).
