Biosaka N Level 1 Diuji di TPA Mrican: Hilangkan Bau, Targetkan Netralisir Lindi
![]() |
| Mukridon Romdloni, Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo bersama team ketika melakukan uji coba hilangkan bau sampah di TPA Mrican dengan Biosaka N level 1, terbukti efektif.. |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Aroma menyengat yang selama ini menjadi keluhan warga sekitar TPA Mrican mulai menemukan titik terang. Teknologi Biosaka N Level 1 diklaim mampu menghilangkan bau sampah dalam hitungan menit. Namun, targetnya disebut lebih besar dari sekadar mengusir aroma tak sedap.
Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo Fraksi NasDem, Mukridon Romdloni, menjadi inisiator uji coba tersebut. Ia mengaku kegelisahannya terhadap kondisi TPA yang overload serta dampaknya terhadap masyarakat mendorongnya mencari solusi konkret.
“Saya gelisah melihat kondisi TPA Mrican. Bau menyengat setiap hari dirasakan warga. Tapi bukan hanya itu, persoalan air lindi juga harus menjadi perhatian serius,” ujar Mukridon kepada Sinyal Ponorogo Rabu, 18/02/2026.
Dalam uji coba yang dihadiri Kepala Desa Mrican Sidik Purnomo, warga, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), cairan Biosaka N Level 1 disemprotkan ke tumpukan sampah yang menggunung. Hasilnya, menurut mereka, bau menyengat langsung berkurang drastis.
“Target kami jelas. Menghilangkan bau menyengat, menetralisir air lindi, dan mencegah air lindi masuk ke dalam tanah yang menjadi konsumsi warga. Dan jawabannya ada di Biosaka N Level 1,” tegasnya.
Air lindi—cairan hasil pembusukan sampah—selama ini menjadi ancaman tersembunyi karena berpotensi mencemari tanah dan air sumur warga. Mukridlon menilai, jika teknologi ini mampu menetralisir lindi, maka solusi yang ditawarkan bukan sekadar kosmetik, melainkan perlindungan lingkungan jangka panjang.
![]() |
| Bau sampah hilang dengan Biosaka N level 1, uji coba di TPA Mrican Ponorogo |
Tak berhenti di TPA, Mukridon menambahkan bahwa pada Rabu, 18 Februari 2026, penyemprotan Biosaka N Level 1 juga dilakukan di sejumlah TPS3R di Ponorogo. Kegiatan itu dikomandani Adhi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo.
Langkah tersebut, kata Mukridon, menjadi uji lanjutan untuk melihat efektivitas teknologi ini di titik-titik pengelolaan sampah skala lingkungan.
“Kedepan harapannya, semua petugas kebersihan baik dari pemerintah maupun swasta bisa dilengkapi dengan semprotan teknologi Biosaka N Level 1. Jadi penanganan bau bisa dilakukan lebih cepat dan merata,” imbuhnya.
Biosaka N Level 1 awalnya dikenal dalam dunia pertanian. Namun dalam praktik di lapangan, cairan ini diklaim efektif menekan bau sampah.
“Teknologinya sudah ada dan terbukti efektif menghilangkan bau sampah. Tinggal bagaimana pemerintah daerah merespons ini semua,” tandasnya.
Di tengah persoalan klasik pengelolaan sampah—volume meningkat, kapasitas terbatas, serta ancaman pencemaran—muncul harapan baru dari inovasi lokal. Kini publik menunggu: apakah Biosaka N Level 1 akan menjadi solusi permanen atau sekadar uji coba sesaat.
Penulis : Nanang

