BREAKING NEWS

Menu MBG Disorot, Bunda Lisdyarita Sidak Diam-Diam SPPG: “Rp8 Ribu Ya Harus Rp8 Ribu”

Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita didampingi Kadinkes ketika sidak SPPG di wilayah Bungkal Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Ramainya laporan wali murid terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan membuat Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, angkat bicara. Ia memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kota.

Keluhan yang masuk tak main-main. Sejumlah wali murid menilai menu MBG tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan. Bahkan muncul anggapan dapur atau pengelola SPPG mengambil margin berlebih sehingga sajian yang diterima anak-anak jauh dari standar gizi yang diharapkan.

“Ini kita akan sidak terus. Lagi cari jadwal untuk sidak kota, semua SPPG yang ada di kota,” ujar Bunda Lisdyarita kepada Sinyal Ponorogo, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah kepantasan menu dan kesesuaian dengan pagu anggaran. Ia menegaskan tidak boleh ada pengurangan porsi maupun kualitas.

“Yang Rp8.000 ya harus Rp8.000. Yang Rp10.000 ya Rp10.000. Tidak boleh dikurangi porsinya,” tegasnya.

Bunda juga memastikan seluruh SPPG telah mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Namun baginya, legalitas saja tidak cukup jika kualitas sajian di lapangan tidak memenuhi ekspektasi publik.


Sidak yang dilakukan di wilayah Bungkal beberapa hari lalu, kata dia, merupakan respons atas laporan mendesak dari masyarakat. Bahkan sidak dilakukan tanpa pemberitahuan, termasuk kepada media.

“Mohon maaf mendadak sidak, karena ada masalah di Belang. Jadi kemarin sidak khusus Bungkal dulu. Sidak tentu kita silent, tidak memberi tahu media, takutnya bocor dan keburu ganti menu atau beres-beres,” ungkapnya.

Langkah diam-diam itu menunjukkan satu hal: pengawasan MBG tak ingin sekadar seremonial. Pemerintah daerah ingin melihat kondisi riil di lapangan, bukan wajah yang sudah dipoles.

Di sisi lain, sorotan publik belum berhenti pada menu semata. Beberapa hari terakhir, pemberitaan juga ramai soal keberadaan sejumlah SPPG yang dibangun berdekatan dengan kandang ternak, TPS, hingga area pemakaman. Isu ini memantik kekhawatiran soal standar kebersihan dan kenyamanan.

Sejauh ini, Satgas MBG Kabupaten Ponorogo belum memberikan respons terbuka terkait lokasi-lokasi tersebut. Masyarakat berharap, setelah fokus pada kualitas menu, pengawasan juga diperluas pada aspek lokasi dan kelayakan lingkungan SPPG.

Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi layak, terlebih di bulan Ramadhan. Ketika publik mulai mempertanyakan kualitasnya, itu menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah untuk berbenah.

Kini, langkah cepat dan tegas Satgas MBG Kabupaten Ponorogo dinanti. Sebab bagi masyarakat, MBG bukan sekadar angka anggaran, tetapi soal masa depan generasi.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar