BREAKING NEWS

Perebutan Kursi Wabup Ponorogo Tak Terhindarkan, KPU: Aturan Sudah Jelas


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– 
Dinamika politik di Kabupaten Ponorogo memasuki fase krusial. Di tengah proses hukum yang menjerat Bupati nonaktif Sugiri Sancoko, isu suksesi kepemimpinan kian mengerucut pada satu titik: kursi wakil bupati yang berpotensi kosong.

Jika Lisdyarita resmi dilantik sebagai bupati definitif, maka posisi wakil bupati dipastikan menjadi arena baru kontestasi politik. Sejumlah nama mulai bermunculan, menandai bahwa perebutan kursi tersebut tak bisa dihindari.

Ketua KPU Ponorogo Gaguk Ika Prayitna menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan sudah memiliki dasar hukum yang jelas. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018. 
“Jika bupati nonaktif atau berhenti, maka wakil bupati menjadi pelaksana tugas. Ketika kemudian dilantik sebagai bupati definitif dan sisa masa jabatan masih 18 bulan atau lebih, maka jabatan wakil bupati dinyatakan kosong,” jelasnya, Senin (20/4).
Dalam skenario itu, partai politik pengusung memegang peran awal dengan mengajukan dua nama calon wakil bupati kepada bupati definitif. Selanjutnya, DPRD Kabupaten Ponorogo akan menggelar rapat paripurna untuk memilih satu dari dua kandidat tersebut. 
“Hasil pemilihan DPRD kemudian disampaikan kepada bupati dan diteruskan ke Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk disahkan,” imbuhnya.
Meski mekanismenya terang, praktik politik di baliknya dipastikan dinamis. Lobi antar partai, kekuatan fraksi di DPRD, hingga kalkulasi kepentingan jangka panjang menjadi faktor yang akan menentukan arah akhir.

Di sisi lain, masyarakat berharap proses ini berjalan transparan dan tidak semata menjadi ajang tarik-menarik kepentingan elit. Sosok yang terpilih diharapkan memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen terhadap pembangunan daerah.

Dengan aturan yang sudah jelas dan dinamika politik yang terus bergerak, satu hal menjadi pasti: perebutan kursi wakil bupati Ponorogo bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan. Tinggal menunggu, siapa yang mampu mengunci dukungan dan melangkah ke kursi strategis tersebut.

Penulis : Nanang
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar