BREAKING NEWS

Tiga Kandidat Sekda Ponorogo di Tangan Bunda Lis, Akademisi Soroti Kompetensi hingga “Chemistry” Kepemimpinan


PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Tiga nama kini mengerucut dalam bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo. Mereka adalah Agus Sugiarto, Henry Indrawardana, dan Masun. Ketiganya tinggal menunggu keputusan Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, sebelum diajukan untuk mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur dan dilantik secara definitif.

Proses seleksi yang panjang dan berlapis telah mereka lalui. Dari lima kandidat, menyusut menjadi empat, hingga akhirnya tersisa tiga besar. Tahapan ini melibatkan panitia seleksi hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, yang memastikan setiap kandidat tersaring melalui mekanisme ketat.

Dr. Robby Darwis Nasution, M.A
Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dr. Robby Darwis Nasution, M.A., menilai ketiga kandidat tersebut memiliki kapasitas yang tidak perlu diragukan lagi.

“Kalau soal kompetensi, ketiganya sudah teruji. Sampai di tahap ini saja sudah menunjukkan kualitas yang luar biasa,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan Sinyal Ponorogo Jumat, 27/03/2026.

Namun, menurutnya, penentuan Sekda tidak semata soal kemampuan teknis. Ada sejumlah faktor lain yang menjadi penentu krusial.

Pertama, faktor pengalaman atau jam terbang. Dalam hal ini, Agus Sugiarto dinilai memiliki keunggulan karena pernah menjabat sebagai Plt Sekda dan memiliki latar belakang kuat di bidang perencanaan pembangunan, termasuk pernah memimpin Bapperida.

Meski demikian, Robby menegaskan bahwa Henry Indrawardana dan Masun juga memiliki peluang yang sama. Keduanya dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tak kalah mumpuni.

“Bukan berarti yang lain tidak punya kans. Mereka juga punya pengalaman memimpin di bidang masing-masing,” imbuhnya.

Faktor berikutnya yang tak kalah penting adalah kecocokan atau “chemistry” dengan kepala daerah. Dalam konteks ini, Plt Bupati memiliki ruang pertimbangan yang sangat subjektif namun strategis.

“Ini memang faktor yang tidak kasat mata, tapi sangat menentukan. Sekda harus bisa klop dengan bupati, karena tugasnya bukan hanya administratif, tapi juga menjadi motor koordinasi seluruh perangkat daerah,” jelas Robby.

Sebagai informasi, Sekda memiliki peran sentral dalam pemerintahan daerah. Mulai dari membantu kepala daerah menyusun kebijakan, mengoordinasikan program kerja antar-OPD, hingga memastikan sinkronisasi pembangunan berjalan sesuai visi-misi daerah.

Di tengah situasi Ponorogo yang masih dalam sorotan pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu, posisi Sekda menjadi semakin krusial. Stabilitas birokrasi dan kepercayaan publik dipertaruhkan.

Robby menilai, proses seleksi yang berjalan saat ini sudah cukup baik dan transparan, meskipun tidak mempublikasikan nilai atau skor masing-masing kandidat.

“Bukan soal angka yang ditampilkan. Yang jelas, provinsi punya pertimbangan matang dan tidak akan main-main, apalagi dalam kondisi Ponorogo yang masih menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia berharap, Plt Bupati segera menentukan pilihan agar roda pemerintahan tidak berjalan stagnan. Penetapan Sekda definitif dinilai penting untuk mempercepat kinerja birokrasi, terutama dalam sektor prioritas seperti pembangunan infrastruktur jalan dan tata kelola pemerintahan.

“Momentum ini memang tidak mudah, tapi harus segera diputuskan. Harapannya, Sekda terpilih nanti mampu membawa arah pembangunan Ponorogo lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Penulis  : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar