BREAKING NEWS

Dari Musyawarah ke Pusat: Mekanisme Penentuan Ketua PSHT Ponorogo 2026–2031, Sarat Nilai Persaudaraan

Catur Margo 
Ketua panitia Parapatan Cabang PSHT cabang Ponorogo pusat Madiun 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Dinamika organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun kembali bergulir. Melalui forum Parapatan Cabang yang digelar di padepokan PSHT Ponorogo, Ahad (26/4/2026), proses pemilihan ketua cabang dan ketua dewan cabang masa bakti 2026–2031 resmi dimulai.

Ketua panitia, Catur Margo, memaparkan bahwa mekanisme pemilihan tidak dilakukan secara instan. Ada tahapan berjenjang yang menekankan musyawarah dan keterwakilan dari berbagai unsur organisasi.

“Setelah pembukaan parapatan, akan dibentuk tujuh formatur. Komposisinya satu dari pusat, satu dari cabang, satu dari dewan cabang, dan empat dari ranting,” ujar Catur.

Formatur ini bukan sekadar formalitas. Mereka dipilih melalui musyawarah yang dipimpin langsung oleh Ketua I PSHT Pusat Madiun, Mas Sigit. Dari sinilah arah kepemimpinan PSHT Ponorogo lima tahun ke depan mulai dirumuskan.

Tujuh formatur tersebut kemudian menggelar rapat internal. Dalam forum inilah, mereka menyaring dan mengusulkan masing-masing tiga nama kandidat untuk posisi ketua cabang dan ketua dewan cabang.

Namun, keputusan akhir tidak berada di tingkat cabang.

Nama-nama yang telah diusulkan akan diserahkan ke PSHT Pusat Madiun. Di tangan pusatlah, keputusan final ditentukan—siapa yang dinilai paling layak memimpin dan mengemban amanah organisasi di Ponorogo.

Skema ini menunjukkan bahwa PSHT tidak hanya mengedepankan demokrasi internal, tetapi juga menjaga kesinambungan nilai dan garis organisasi melalui peran pusat.

Di balik mekanisme yang terstruktur itu, tersimpan filosofi kuat: kepemimpinan bukan sekadar hasil voting, melainkan buah dari pertimbangan matang, kebersamaan, dan tanggung jawab moral.

Hingga saat ini, nama-nama kandidat yang diusulkan masih menjadi bagian dari dinamika internal tujuh formatur. Publik dan warga PSHT Ponorogo pun masih menunggu hasilnya dengan penuh harap.

Parapatan cabang tahun ini bukan hanya soal pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, ia menjadi momentum konsolidasi, memperkuat persaudaraan, sekaligus menegaskan arah organisasi agar tetap kokoh di tengah perubahan zaman.

Siapapun yang terpilih nanti, satu hal yang pasti: amanah besar telah menanti, untuk menjaga marwah PSHT sekaligus merawat nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar