Dari Sales Keliling ke Bos Mebel: Kisah Soerino Bangun UD Rino Mebel hingga Merambah Multi Usaha

Soerino
Owner UD Rino Mebel
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Jalan hidup tak selalu sesuai rencana. Tapi bagi Soerino, warga Kepatihan Ponorogo, kegagalan justru menjadi pintu masuk menuju kesuksesan.
Pria yang kini dikenal sebagai pemilik UD Rino Mebel itu memulai segalanya dari nol. Tahun 1992, usai menikah, ia tak langsung memiliki usaha sendiri. Pilihannya sempat melenceng jauh dari dunia mebel—menjadi PNS adalah cita-cita masa kecilnya. Namun sembilan kali mencoba, hasilnya tetap nihil.
“Waktu itu sampai jadi sukuan/honorer juga, tapi tetap belum rezeki,” kenangnya, Jumat (24/04/2026).
Alih-alih menyerah, Soerino justru menemukan jalannya di dunia yang sebelumnya tak pernah ia rencanakan. Berbekal pengalaman enam tahun menjadi sales mebel di Madiun, ia mulai memahami seluk-beluk bisnis yang dikenal tidak selalu ramai setiap hari itu.
![]() |
| Display Kelokasi di UD Rino Mebel |
Usaha mebel memang bukan jenis usaha dengan perputaran cepat. Permintaan datang di waktu-waktu tertentu. Tapi di situlah peluangnya—selama pelaku usaha sabar, tekun, dan paham pasar.
Awalnya sederhana. Soerino kerap ikut pengiriman mebel ke Jepara. Saat perjalanan pulang, ia memanfaatkan mobil kosong untuk membawa bahan atau barang setengah jadi ke Ponorogo. Di rumah, ia poles ulang, dihaluskan, dipernis hingga menjadi produk siap pakai dengan kualitas lebih baik.
Dari proses itulah, kepercayaan pelanggan mulai tumbuh.
“Pelanggan suka karena barangnya rapi dan siap pakai,” ujarnya.
Perlahan namun pasti, UD Rino Mebel berkembang. Tak hanya jual beli, Soerino juga membuka layanan servis mebel—layanan jemput antar yang kini menjadi nilai tambah di tengah persaingan.
“Cukup telepon, kita datang, ambil, perbaiki, lalu kita antar lagi. Praktis dan tidak ribet,” katanya.
Tak berhenti di situ, insting bisnisnya terus bergerak. Dari mebel, Soerino mulai merambah usaha lain: kos-kosan, cucian mobil dan motor, hingga studio musik. Diversifikasi ini menjadi penopang ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Kini, hasil kerja kerasnya juga terasa dalam keluarga. Dua putranya telah menempuh pendidikan tinggi—satu menjadi apoteker, satu lagi sarjana hukum.
Namun bagi Soerino, kunci utama bukan sekadar keuntungan.
“Yang penting pelanggan puas. Kalau mereka senang, kita ikut senang,” tegasnya.
Bahkan, untuk memudahkan masyarakat memiliki mebel, ia menggagas sistem arisan mebel. Sebuah strategi sederhana namun efektif, terutama bagi warga yang ingin memiliki perabot tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.
Kisah Soerino adalah potret nyata bahwa usaha tak selalu harus dimulai dari mimpi besar. Kadang, ia tumbuh dari kegagalan, ketekunan, dan keberanian membaca peluang.
Dari Kepatihan, Ponorogo—UD Rino Mebel kini bukan sekadar usaha, melainkan simbol perjuangan yang berbuah keberhasilan.
Penulis : Nanang



