GMSR13 Meledak! 73 Regu Pramuka Se-Jatim Serbu SMK PGRI 2 Ponorogo

Lomba Pioneering atau membuat becak dalam GMSR13 di SMK PGRI 2 Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Halaman SMK PGRI 2 Ponorogo berubah jadi lautan seragam cokelat, Ahad (26/4/2026). Sebanyak 73 regu Pramuka dari berbagai penjuru Jawa Timur tumplek blek dalam ajang Gajah Mada Scouting Rally ke-13 (GMSR13). Bukan sekadar lomba, event tahunan ini menjelma jadi magnet besar bagi generasi muda untuk unjuk kreativitas sekaligus memperluas jejaring.
Dari Gresik, Lamongan, Malang, Tulungagung hingga Ponorogo, para peserta datang membawa semangat kompetisi sekaligus rasa penasaran. Mereka tidak hanya ingin menang, tapi juga ingin bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun relasi lintas daerah.
![]() |
| Simbolis, Agus Pariadi Kepsek SMK PGRI 2 pasangkan pin kepada peserta GMSR13 |
Sejak pagi, atmosfer sudah terasa berbeda. Barisan peserta rapi, yel-yel bersahutan, dan aura kompetitif terasa kental. Pembukaan acara pun dikemas tidak biasa. Dengan tata panggung yang lebih eksklusif dan visual yang “wow”, GMSR13 seakan naik kelas, meninggalkan kesan bahwa Pramuka bukan lagi kegiatan klasik, melainkan ruang kreatif yang modern dan inovatif.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, yang memimpin langsung upacara pembukaan, menegaskan bahwa GMSR adalah investasi sosial bagi generasi muda.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini wadah menyatukan generasi muda Pramuka agar saling mengenal, membangun jaringan, dan ke depan lebih mudah berkolaborasi dalam kegiatan pembinaan,” tegasnya.
Suasana semakin pecah saat tari Jathilan Reyog Ponorogo ditampilkan. Dentuman musik dan atraksi energik itu sukses menghipnotis peserta dan tamu undangan, sekaligus menjadi penegas identitas budaya lokal di tengah event berskala provinsi.
![]() |
| Penampilan tari Jathilan di GMSR13 di SMK PGRI 2 Ponorogo |
Tak kalah menarik, ragam lomba yang disajikan benar-benar variatif dan menantang. Mulai dari lomba mewarnai untuk tingkat SD/MI, hingga lomba-lomba kreatif dan keterampilan seperti pioneering membuat becak, yel-yel, transfer berita pendek, kick point, Indonesia story telling, cerdas cermat, Kesemaptaan, hingga soap carving.
Dalam waktu sehari, peserta dituntut aktif, kompak, dan inovatif. Setiap detik menjadi ajang pembuktian bahwa Pramuka adalah ruang tumbuh karakter sekaligus kreativitas.
![]() |
Lebih jauh, GMSR13 juga menjadi strategi cerdas SMK PGRI 2 Ponorogo dalam memperkenalkan diri ke publik. Dengan menghadirkan peserta dari berbagai kota, sekolah ini menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang aktif, progresif, dan mampu mengemas kegiatan berskala besar dengan profesional.
“Harapan kami, melalui GMSR ini, SMK PGRI 2 Ponorogo semakin dikenal dan terus berprestasi di tengah masyarakat,” tambah Agus.
![]() |
| Piala GMSR13 siap diperebutkan para peserta |
GMSR13 membuktikan satu hal penting: Pramuka bukan sekadar baris-berbaris. Di tangan generasi muda, ia menjelma menjadi panggung kreativitas, ajang prestasi, sekaligus jembatan persaudaraan lintas daerah. Dari yang awalnya tak saling kenal, kini terhubung dalam satu semangat—Pramuka yang solid, kreatif, dan berjejaring luas.
Penulis : Nanang



