BREAKING NEWS

LKPJ 2025 Disampaikan, Ponorogo Catat Kinerja Positif: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Pemerintah Kabupaten Ponorogo memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (31/3/2026). Dalam forum resmi tersebut, Bunda Lisdyarita Plt. Bupati Ponorogo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

LKPJ 2025 disusun berlandaskan regulasi terbaru Kementerian Dalam Negeri, mencakup pelaksanaan RPJMD 2025–2029, RKPD 2025, serta realisasi APBD tahun anggaran 2025.

Dari sisi fiskal, Pemkab Ponorogo mencatat pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp 2,42 triliun atau 95,90 persen dari target. Angka ini menunjukkan kinerja pendapatan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan dengan kontribusi Rp 472,8 miliar atau 19,52 persen dari total pendapatan—melonjak signifikan 24,61 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp 2,38 triliun atau 89,63 persen dari anggaran. Belum optimalnya serapan anggaran, terutama pada belanja modal, diakui disebabkan kendala teknis dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Namun demikian, indikator makro pembangunan menunjukkan tren menggembirakan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 74,65 dari sebelumnya 73,70—menandakan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertumbuhan ekonomi juga menguat di angka 5,37 persen, melampaui capaian tahun 2024 sebesar 4,74 persen, dengan sektor perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan konsumsi sebagai penggerak utama.

Tak hanya itu, ketimpangan ekonomi di Ponorogo tergolong rendah. Indeks Gini tercatat 0,329, lebih baik dibanding rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Sementara itu, angka kemiskinan turun menjadi 8,86 persen, lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah sekitar.

Daya beli petani pun menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat tipis menjadi 117,54, menandakan stabilitas ekonomi di sektor pertanian yang tetap terjaga.

Di luar capaian ekonomi, Ponorogo juga mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya, masuk dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO (UCCN) kategori Crafts and Folk Art, yang memperkuat identitas budaya lokal di kancah global.

Selain itu, Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro masuk dalam 110 event terbaik Karisma Event Nusantara 2025. Berbagai penghargaan lain juga diraih, mulai dari inovasi pembangunan berbasis budaya, keterbukaan informasi publik, hingga pembentukan pos bantuan hukum desa.

Dalam penyampaiannya, Bunda Lisdyarita Plt. Bupati menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi wujud kerja bersama dalam membangun Ponorogo yang lebih maju, berdaya saing, dan berkarakter,” ujarnya.

Rapat paripurna LKPJ ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat arah pembangunan ke depan—dengan harapan Ponorogo terus tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya stabil secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam identitas budaya dan kesejahteraan sosial.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar