BREAKING NEWS

Satpol PP Sapu Bersih Trotoar Kota, PKL Bandel Mulai Ditertibkan

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Ponorogo, Subiantoro ketika berdialog dengan PKL (foto Kominfo).

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Wajah trotoar di sepanjang Jalan Suromenggolo dan Jalan Ir H Juanda kembali jadi sorotan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo turun tangan, Rabu (29/4/2026) pagi, menyisir lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai melanggar aturan.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah gerobak hingga bangunan semi permanen yang sengaja ditinggalkan di atas trotoar. Praktik ini dinilai mengganggu fungsi utama trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki sekaligus merusak estetika kota.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Ponorogo, Subiantoro, menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya masih memberikan ruang toleransi bagi PKL untuk berjualan. Namun, toleransi itu bukan tanpa batas.

“Silakan berjualan, tapi setelah selesai harus dibersihkan. Gerobak dan perlengkapan tidak boleh ditinggal,” tegasnya.

Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan bukan kali pertama. Penertiban serupa telah dilakukan sebelumnya, namun masih saja ada pedagang yang membandel. Akibatnya, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membongkar dan mengamankan lapak yang ditinggalkan.

“Sudah kami ingatkan. Tapi kalau tetap ditinggal, ya kami amankan,” imbuhnya.

Meski demikian, Satpol PP masih membuka ruang kompromi. Para pedagang yang lapaknya diamankan diperbolehkan mengambil kembali barangnya dengan syarat membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran.

Langkah penertiban ini, kata Subiantoro, bukan semata penegakan aturan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara penataan kota dan keberlangsungan usaha mikro. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak melarang PKL berjualan, namun menolak jika trotoar “diklaim” menjadi ruang usaha permanen.

“Kalau dibiarkan, lama-lama dianggap milik pribadi. Ini yang tidak boleh,” tandasnya.

Penertiban ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wajah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan, tetapi juga kedisiplinan warganya dalam menjaga ruang publik tetap bersih, rapi, dan berfungsi sebagaimana mestinya.(Nang/Kominfo).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar