Tak Disangka Jadi Nakhoda, Kuat Pimpin SMPN 1 Ponorogo: Dari Pinggiran Menuju Jantung Prestasi

Kuat, S.Pd
Kepala SMPN 1 Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Suasana baru terasa di SMPN 1 Ponorogo. Setelah cukup lama dipimpin pelaksana tugas (Plt), kini sekolah favorit itu resmi memiliki kepala sekolah definitif. Sosok itu adalah Kuat, S.Pd—nama yang sebelumnya tak banyak dikenal di lingkar sekolah “elit” perkotaan, namun justru menyimpan rekam jejak kuat dan penuh ketekunan.
Penyerahan surat keputusan (SK) dilakukan pada 15 April 2026 di aula SMPN 2 Ponorogo, bersamaan dengan 149 SK kepala sekolah lainnya yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Momentum itu menjadi titik awal babak baru bagi SMPN 1.
“Sungguh saya tidak menyangka. Bahkan saat nama saya dipanggil, baru sadar kalau dipercaya memimpin SMPN 1 Ponorogo,” ujar Kuat kepada Sinyal Ponorogo, Kamis (23/4/2026).
Bagi Kuat, perjalanan ini bukan sesuatu yang dirancang. Ia memulai karier sebagai guru di SMPN 4 Ponorogo, lalu mendapat amanah menjadi kepala sekolah di SMPN 3 Ngrayun—wilayah yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Dari sana, ia ditempa dalam keterbatasan, mengasah kepemimpinan berbasis ketulusan dan kerja nyata.
Kini, langkahnya justru berlabuh di sekolah yang selama ini dikenal sebagai “kiblat” pendidikan di Ponorogo.
“Saya tidak pernah bermimpi ke sini. Semua mengalir,” ucapnya singkat, namun sarat makna.
Meski belum resmi bertugas karena menunggu serah terima jabatan, Kuat mengaku telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Ia tak ingin melakukan perubahan drastis, melainkan melanjutkan fondasi kuat yang sudah dibangun.
“Kita lanjutkan program yang sudah bagus. Evaluasi tetap ada, mana yang kurang kita perbaiki. Semangatnya untuk menjaga bahkan meningkatkan prestasi SMPN 1,” tegasnya.
Ia juga menyadari, ekspektasi publik terhadap SMPN 1 Ponorogo tidaklah kecil. Sekolah ini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan simbol prestasi dan kepercayaan masyarakat.
Karena itu, Kuat mengajak seluruh elemen sekolah—guru, siswa, hingga wali murid—untuk bergerak bersama.
“Saya mohon dukungan semua pihak. Ini bukan kerja satu orang,” katanya.
Di sisi lain, penunjukan Kuat sempat memantik perbincangan di media sosial. Narasi “dari pinggiran ke jantung kota” menjadi sorotan. Namun Kuat menanggapi dengan bijak.
“Semua itu wajar. Tapi yang jelas, semua berbasis sistem. Bahkan saya sendiri masih seperti mimpi,” ujarnya.
Pernyataan itu diperkuat oleh Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri. Ia menegaskan bahwa mutasi kepala sekolah dilakukan secara sistematis, bukan keputusan mendadak.
“Pengisian kepala sekolah menggunakan aplikasi KSPS dari Kementerian Pendidikan, terhubung dengan IMUT BKPSDM dan BKN. Semua berbasis sistem,” jelasnya.
Menurutnya, proses seleksi telah berjalan sejak Oktober 2025 melalui tahapan verifikasi dan validasi ketat. Dari puluhan satuan pendidikan, hanya segelintir yang memenuhi kriteria.
“Daerah hanya sebagai pengguna sistem. Hasilnya murni keluaran aplikasi. Peran bupati memastikan objektivitas sebelum menandatangani SK,” tegas Nurhadi.
Tak hanya itu, Kuat juga tercatat sebagai guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024—sebuah legitimasi atas kapasitas yang ia miliki.
Kini, publik menanti bagaimana tangan dingin Kuat akan membawa SMPN 1 Ponorogo ke depan. Apakah ia mampu menjaga tradisi juara, atau bahkan melampauinya?
Penulis : Nanang