Minim Penanda, Perbaikan Jalan Ponorogo–Pulung Tuai Keluhan Warga

Perbaikan jalan tanpa disertai penanda sangat membahayakan pengendara di jalan..
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Proyek perbaikan jalan raya Ponorogo–Pulung, tepatnya di lingkungan Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Kerukan aspal yang dilakukan tanpa penanda dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.
Sejumlah warga menyebut, kondisi jalan yang dikeruk namun tanpa rambu atau tanda peringatan telah menyebabkan beberapa pengendara nyaris celaka. Bahkan, warga setempat terpaksa berinisiatif memasang penanda darurat menggunakan bak sampah agar pengguna jalan lebih waspada.
“Atas inisiatif warga sekitar, kami kasih penanda bak sampah supaya pengendara tahu kalau ada perbaikan jalan. Apalagi jalan dikeruk, kalau tidak tahu bisa celaka,” ujar salah satu warga kepada Sinyal Ponorogo, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, sebelumnya sempat ada penanda di lokasi proyek. Namun, penanda tersebut dipindahkan ke titik pekerjaan lain sebelum proses penambalan jalan selesai. Akibatnya, lokasi kerukan di Sukun menjadi tanpa tanda peringatan sama sekali.
“Awalnya ada penanda, tapi belum sempat ditambal sudah dipindah ke lokasi lain. Termasuk penanda di tanjakan juga dibawa,” tambahnya.
Warga berharap, dinas terkait lebih mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pekerjaan infrastruktur. Mereka menilai, keberadaan penanda jalan bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah kecelakaan.
“Ini harus jadi perhatian dinas terkait. Keselamatan jauh lebih penting,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Ponorogo, Sinta, mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga. Saat dikonfirmasi pada Ahad (31/5/2026), ia menyebut bahwa perbaikan jalan di lokasi tersebut telah mulai dilakukan pelapisan ulang (overlay) sejak malam hari.
“Coba saya konfirmasi teman-teman. Oh nggih, pagi ini kita selesaikan. Alat sudah di mobilisasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian warga yang telah memberikan informasi terkait kondisi di lapangan.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya standar keselamatan dalam setiap proyek perbaikan jalan. Di tengah upaya peningkatan kualitas infrastruktur, kelalaian kecil seperti ketiadaan penanda justru berpotensi menimbulkan risiko besar bagi pengguna jalan. Pemerintah daerah diharapkan lebih cermat dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan aman dan tertib.
Penulis : Nanang