80 Siswa SDIT Qurrota A’yun Ponorogo Diwisuda Tahfidz Juz 29, Uji Sambung Ayat Jadi Sorotan

Wisuda tahfidz juz 29 SDIT Qurrota Ayun Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula SMKN 1 Jenangan, Sabtu (13/6/2026), saat sebanyak 80 siswa-siswi SDIT Qurrota A’yun Ponorogo mengikuti wisuda tahfidz Al-Qur’an juz 29.
Prosesi wisuda tak sekadar seremoni. Momen paling menyita perhatian publik adalah sesi uji sambung ayat yang dilakukan secara terbuka. Para siswa diuji langsung melalui undian nomor ayat, lalu diminta melanjutkan bacaan yang dilantunkan ustaz pembimbing.
Dari sesi ini, kemampuan hafalan para wisudawan benar-benar teruji. Tak hanya guru, para wali murid pun diberi kesempatan menguji putra-putrinya secara langsung. Hasilnya, banyak orang tua dibuat takjub dengan kelancaran hafalan anak-anak mereka.
“Ini luar biasa. Anak-anak tidak hanya hafal, tapi juga kuat dalam sambung ayat,” ujar salah satu wali murid usai sesi uji publik.
Kepala SDIT Qurrota A’yun Ponorogo, Wijiati, S.TP, S.Pd, menyampaikan capaian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan angkatan sebelumnya. Ia menyebut tingkat ketuntasan pembelajaran Al-Qur’an mencapai 89 persen.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Target kami, insyaallah saat kelas 6 nanti seluruh siswa sudah mencapai Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, dari total wisudawan, terdapat delapan siswa yang mampu menyelesaikan tasmi’ tanpa satu pun kesalahan. Selain itu, sejumlah siswa dari program takhasus tahfidz bahkan telah mencapai hafalan hingga enam juz.
Menariknya, capaian tertinggi tahun ini didominasi siswa laki-laki. Tiga nama yang disebut memiliki hafalan enam juz adalah Ahmad Zaki, Hilman Ihza, dan Eza Arkananta.
Namun demikian, Wijiati menegaskan bahwa siswa perempuan juga menunjukkan progres luar biasa, dengan beberapa di antaranya telah mencapai hafalan 5,5 juz dan siap menyusul.
Secara keseluruhan, sebanyak 55 persen wisudawan meraih kategori nilai jayyid jiddan hingga mumtaz, atau sangat baik hingga sempurna.
Menurut Wijiati, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah fondasi penting bagi karakter anak Muslim. Ia mengibaratkan anak yang baik bacaan Al-Qur’annya seperti buah utrujjah—wangi aromanya dan manis rasanya.
“Anak-anak yang pandai mengaji, bacaannya tartil dan fasih, itulah generasi Qur’ani yang kita harapkan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hafalan (murojaah) di tengah persiapan akademik menuju jenjang pendidikan berikutnya. Kelas 6, kata dia, akan menjadi fase penting dengan fokus pada penguatan karakter, akademik, serta pembinaan pribadi Islami.
Wisuda tahfidz ini bukan sekadar capaian hafalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mencetak generasi pemimpin berkarakter Qur’ani, sesuai visi sebagai “sekolah pemimpin peradaban”.
“Semoga dari sini lahir generasi emas Indonesia yang berilmu, berakhlak, dan mampu memimpin di masa depan,” pungkasnya.
Penulis : Nanang