BREAKING NEWS

Daftar Lewat Zonasi, Jarak Lebih Dekat Tak Menjamin: Wali Murid Keluhkan SPMB SDN 1 Mangkujayan Ponorogo

Panitia SPMB SDN 1 Mangkujayan Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN 1 Mangkujayan Ponorogo menuai sorotan. Seorang wali murid berinisial DCS mengaku kecewa setelah anaknya tidak diterima melalui jalur zonasi, meski jarak rumahnya dinilai lebih dekat dibanding peserta lain yang justru lolos seleksi.

DCS, warga Jalan Tlutur, Ponorogo, menuturkan bahwa dirinya telah mendaftarkan anaknya lebih awal dengan cara menitipkan berkas persyaratan kepada pihak sekolah. Ia bahkan telah mengisi formulir dan dimasukkan ke dalam grup komunikasi yang difasilitasi oleh sekolah.

“Saya daftar lebih awal dengan menitipkan berkas ke sekolah. Semua persyaratan saya penuhi, bahkan saya juga dimasukkan ke grup oleh pihak sekolah,” ujarnya kepada awak media, Rabu (24/6/2026).

Namun saat pengumuman hasil seleksi yang ditempel di papan informasi sekolah pada 23 Juni 2026, DCS mengaku terkejut karena nama anaknya tidak tercantum dalam daftar siswa yang diterima.

“Yang membuat saya kaget, nama anak saya tidak ada di papan pengumuman,” ungkapnya.

Kekecewaan itu semakin bertambah ketika ia membandingkan dengan pendaftar lain yang menurutnya memiliki jarak tempat tinggal lebih jauh dari sekolah, namun justru dinyatakan diterima.

“Jarak rumah saya sekitar 1,8 kilometer. Tapi teman saya yang jaraknya lebih dari 2 kilometer justru diterima. Ini yang membuat saya bingung. Katanya zonasi, tapi dasarnya apa?” tegasnya.

Menurut DCS, dirinya dan sejumlah wali murid lain memang memilih menitipkan berkas ke sekolah karena difasilitasi oleh pihak sekolah. Setelah itu, tidak ada komunikasi lanjutan, meskipun nomor telepon telah disertakan dalam berkas.

“Selama proses itu tidak ada komunikasi sama sekali dari sekolah. Tiba-tiba pengumuman keluar, dan anak saya tidak diterima,” tambahnya.

Sementara itu, Johan, staf tata usaha yang juga panitia SPMB SDN 1 Mangkujayan, mengaku tidak dapat memberikan penjelasan teknis secara pasti terkait perbedaan hasil seleksi tersebut.

“Karena pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi, saya juga bingung kenapa yang jauh bisa diterima sementara yang dekat tidak. Saya tidak bisa menjelaskan secara detail,” ujarnya saat dikonfirmasi di sekolah.

Johan menjelaskan bahwa praktik penitipan berkas memang banyak dilakukan oleh calon wali murid. Untuk mengakomodasi hal tersebut, pihak sekolah kemudian memfasilitasi pendaftaran secara kolektif, termasuk membantu proses input data ke sistem online.

“Banyak yang menitip berkas ke sekolah, lalu kami bantu daftarkan secara online. Tapi memang ada beberapa data yang kadang kurang lengkap, seperti nomor rumah atau titik koordinat yang kurang jelas,” jelasnya.

Menurutnya, ketidakjelasan data alamat bisa memengaruhi penentuan zonasi dalam sistem. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas kemungkinan dan bukan kepastian penyebab.

“Kalau sepanjang jalan tidak ada nomor rumah, kita hanya klik di jalan tersebut tanpa bisa memastikan titik pastinya. Bisa jadi itu berpengaruh, tapi kami juga tidak bisa memastikan,” imbuhnya.

Pada tahun ajaran 2026, SDN 1 Mangkujayan menerima sebanyak 84 siswa baru melalui sistem SPMB.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan akurasi penerapan sistem zonasi, terutama ketika proses pendaftaran tidak sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh wali murid, melainkan difasilitasi oleh pihak sekolah.

Secara ideal, sistem SPMB berbasis zonasi mengharuskan pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh wali murid melalui platform online, termasuk pengisian titik koordinat domisili yang akurat sesuai KTP. Namun praktik penitipan berkas seperti yang terjadi di SDN 1 Mangkujayan dinilai berpotensi menimbulkan kesalahan input data hingga berujung pada ketidakadilan hasil seleksi.

DCS berharap adanya evaluasi dari pihak terkait agar sistem penerimaan siswa baru benar-benar berjalan transparan dan adil.

“Saya hanya ingin keadilan. Kalau memang zonasi, ya harus jelas dasarnya. Jangan sampai yang dekat malah tidak diterima,” pungkasnya.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar