Tasyakuran Warga Baru PSHT Komisariat Pemkab Ponorogo, Teguhkan Persaudaraan dan Tanggung Jawab Moral

Tasyakuran, warga baru PSHT Rayon BPJS & Kemenag Komisariat Pemkab cabang Ponorogo pusat Madiun
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan tasyakuran warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon BPJS & Kemenag Komisariat Pemkab Cabang Ponorogo Pusat Madiun Indonesia, yang digelar di Rumah Joglo Patik, Senin (29/6/2026).
Acara ini menjadi momentum penting bagi para warga baru yang telah resmi menyandang status sebagai bagian dari keluarga besar PSHT. Hadir dalam kegiatan tersebut para warga baru, jajaran pelatih, serta sejumlah anggota yang turut memberikan dukungan moral dan semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ibnu Bogon yang mewakili para pelatih menyampaikan pesan penuh makna kepada para warga baru. Ia menegaskan bahwa perjalanan di PSHT tidak berhenti setelah pengesahan, melainkan justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Jangan berhenti sampai di sini. Silaturahmi harus terus dijaga. Kami berharap teman-teman warga baru bisa menyempatkan waktu, minimal seminggu atau dua minggu sekali untuk sambang dan melihat latihan adik-adik di komisariat Pemkab. Kehadiran panjenengan semua akan memberi semangat luar biasa bagi mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para warga baru untuk ikut berperan aktif dalam regenerasi organisasi dengan mengajak lingkungan sekitar.
“Kalau ada adik, tetangga, teman atau saudara yang bisa diajak latihan, itu sangat baik. PSHT bukan hanya tentang pencak silat, tapi tentang membentuk manusia berbudi luhur,” imbuhnya.
Tak lupa, para pelatih juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh warga baru. Mereka diingatkan akan pentingnya menjaga ajaran luhur serta nama baik organisasi di mana pun berada.
Sementara itu, Doni, salah satu warga baru yang mewakili Leting 26 Komisariat Pemkab, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama proses latihan.
“Kami sangat berterima kasih kepada para pelatih yang dengan sabar membimbing kami selama satu tahun. Ini bukan perjalanan yang mudah, butuh kerja keras, disiplin, dan kesabaran. Tapi semua itu terbayar dengan kebanggaan bisa menjadi bagian dari PSHT,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama proses pendidikan, para warga baru tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dibentuk secara mental dan moral.
“Kami diajarkan menjadi manusia berbudi luhur, tahu benar dan tahu salah. Ini bekal yang sangat berharga dalam kehidupan,” tambahnya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh makna, ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata serta ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat rasa persaudaraan antar anggota.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai luhur PSHT kembali ditegaskan: persaudaraan tanpa batas, kebersamaan, serta komitmen untuk terus menebar kebaikan di tengah masyarakat.(Nang/Red).
