BREAKING NEWS

HUT ke-66 SMPN 2 Ponorogo dan HUT ke-81 RI Meriah, Empat Dalang Bocah Pentaskan Wayang Kulit

Pagelaran wayang kulit dengan 4 dalang cilik dari siswa SMPN 2 Ponorogo pada malam puncak HUT SMPN 2 Ponorogo ke-66 dsn HUT RI ke-81 tahun 2026

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Peringatan HUT ke-66 SMP Negeri 2 Ponorogo sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak. Beragam kegiatan digelar sekolah sejak awal Agustus, tidak hanya untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menanamkan nilai religius, kebersamaan, kepedulian sosial hingga kecintaan terhadap budaya.

Rangkaian kegiatan diawali Khotmil Qur'an pada 7 Agustus 2026 yang diikuti kepala sekolah, guru, karyawan dan seluruh siswa SMPN 2 Ponorogo.

Imam Saifudin, Kepala sekolah SMPN 2 Ponorogo serahkan gunungan kepada salah satu dalang pada pentas wayang kulit peringati HUT SMPN 2 Ponorogo 

Selanjutnya, pada 10-14 Agustus digelar berbagai lomba antarkelas, di antaranya lomba kebersihan kelas serta karaoke bagi guru dan karyawan. Kegiatan berlanjut dengan upacara bendera HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.

Semangat berbagi juga diwujudkan melalui bakti sosial ke Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, pada 18 Agustus 2026.

Puncak rangkaian kegiatan berlangsung Rabu, 19 Agustus 2026, melalui Fun Run, jalan sehat dan pagelaran wayang kulit. Pagelaran tersebut menjadi salah satu agenda istimewa karena menampilkan empat dalang bocah yang seluruhnya merupakan siswa SMPN 2 Ponorogo.


Keempat dalang muda tersebut yakni Dylon Maheswara Galih kelas 9B, Akhdan Tantama Prayoga kelas 8H, Nabawy Aura kelas 8F, dan Pradiptagara Nakhla Witama kelas 7C. Mereka membawakan lakon “Sesaji Rajasuya”.

Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, mengatakan pagelaran wayang kulit sengaja dihadirkan sebagai bagian dari upaya sekolah mengenalkan sekaligus melestarikan budaya wayang kepada generasi muda.

“Wayang merupakan budaya adiluhung yang harus terus kita lestarikan. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi kita beri ruang untuk tampil dan menjadi bagian dari regenerasi seni pedalangan,” ujarnya.

Menurut Imam, rangkaian peringatan HUT sekolah dan HUT RI tersebut diharapkan mampu membangun karakter siswa melalui nilai religius, nasionalisme, gotong royong, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite SMPN 2 Ponorogo, H. Sindu Parwoto, atas dukungan dan masukannya terhadap kegiatan sekolah.



Ucapan terima kasih juga diberikan kepada H. Suroto yang turut mendukung pagelaran malam itu, mulai dari penyediaan gamelan, wayang kulit hingga sound system.

Dukungan tersebut, kata Imam, menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan sekolah sendirian. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal budaya mereka.

Imam bahkan berharap pagelaran serupa dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar.

“Harapan kita tahun depan SMP 2 juga bisa menggelar dalang tidak hanya empat. Bahkan mudah-mudahan dalang kondang bisa dihadirkan di sekolah kita,” harapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua siswa kelas VII yang telah mendampingi putra-putrinya. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kecintaan anak terhadap budaya. Pada moment tersebut juga diserahkan penghargaan kejuaraan aneka lomba yang menjadi rangkaian HUT SMPN 2 Ponorogo. (Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar