BREAKING NEWS

MBG B3 di Kunti Bungkal Dipertanyakan, SPPG Sebut Pengiriman Rapel Atas Permintaan PIC Posyandu

Gambar hanya ilustrasi saja..

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok B3—ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak—di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, menjadi perhatian. Distribusi pada Kamis (13/8/2026) disebut diterima sekaligus untuk kebutuhan dua hari, yakni Kamis dan Jumat (13–14 Agustus).

Pola distribusi tersebut memunculkan pertanyaan karena program MBG untuk kelompok B3 semestinya diberikan secara rutin. Informasi yang beredar juga menyebut makanan yang diterima berupa menu kering.

Kepala SPPG Kunti Bungkal Ponorogo, Wahyudi Pujianto, membantah adanya pemberian menu kering. Menurut dia, makanan yang disiapkan SPPG merupakan menu siap santap.

"Menu kami siap santap, Pak, bukan kering," ujar Wahyudi, Sabtu (15/8/2026).

Wahyudi menjelaskan, pengiriman secara rapel dilakukan atas permintaan PIC posyandu. Sebelumnya, makanan yang dikirim setiap hari disebut banyak yang tidak diambil di posyandu. Karena itu, PIC kemudian meminta agar distribusi dilakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu.

"Terkait rapel sebenarnya kami kirimkan setiap hari seperti sebelumnya. Namun karena banyak kegiatan dan saat ini sesuai permintaan PIC posyandu, kami mengirimkan saat ada kegiatan posyandu," jelasnya.

Ia menegaskan, SPPG tidak hanya mengirimkan makanan ke kelompok penerima, tetapi juga ke kantor desa. Setelah makanan diterima, penyaluran kepada penerima menjadi tanggung jawab PIC.

Menurut Wahyudi, PIC juga memiliki peran memastikan penerima yang berhalangan hadir tetap memperoleh makanan. Jika penerima tidak datang, makanan seharusnya diantarkan ke rumah.

"PIC juga dapat insentif dari SPPG. Apabila penerima berhalangan hadir, PIC harus mengirimkan ke rumah," katanya.

Wahyudi juga meminta informasi mengenai adanya menu kering dan distribusi yang disebut tidak sesuai ketentuan ditelusuri secara jelas. Ia mempertanyakan sumber informasi tersebut agar persoalan dapat diklarifikasi sekaligus menjadi bahan evaluasi.

"Kami juga ingin tahu informasi tersebut dari mana, supaya bisa untuk perbaikan dan kami bisa menelusurinya," ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa distribusi rapel bukan keputusan sepihak SPPG, melainkan berdasarkan permintaan PIC posyandu. Hal itu, kata dia, dilakukan setelah sebelumnya banyak makanan yang tidak diambil di pos.

"Rapel menu B3 sekali lagi atas permintaan PIC. Sebelumnya menu kami banyak yang tidak diambil di pos. PIC meminta kalau bisa menu siap santap," pungkas Wahyudi.

Persoalan ini pada akhirnya menyisakan satu hal penting: memastikan pola distribusi MBG kelompok B3 tetap menjamin makanan diterima oleh sasaran dalam kondisi layak, tepat waktu, dan sesuai ketentuan. Klarifikasi dari pihak SPPG sekaligus membuka ruang untuk menelusuri bagaimana pelaksanaan distribusi di tingkat posyandu berlangsung di lapangan.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar