Bukan Sekadar Naik Sabuk! 326 Siswa Jiu-Jitsu Ponorogo Disiapkan Jadi Calon Juara
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Ratusan siswa Jiu-Jitsu Kabupaten Ponorogo kembali turun ke arena. Namun, ujian kali ini bukan sekadar tentang kenaikan sabuk.
Sebanyak 326 siswa Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) Cabang Ponorogo mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dipusatkan di Lapangan Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ahad (13/9/2026).
Di balik agenda rutin yang digelar setiap empat bulan tersebut, tersimpan target lebih besar: membaca potensi, membangun regenerasi, dan menyiapkan calon atlet berprestasi Ponorogo di masa depan.
Ketua Jiu-Jitsu Kabupaten Ponorogo, Muryanto, SIP, yang akrab disapa Mbah Beru, mengatakan UKT digelar tiga kali dalam setahun. Untuk tingkat siswa, ujian mencakup kenaikan sabuk putih, kuning hingga hijau.
Menurutnya, UKT menjadi salah satu momentum penting untuk melihat perkembangan kemampuan para siswa.
“Setiap kali seperti ini, nanti kita tahu bibit-bibit atlet yang akan datang sudah mulai kelihatan,” kata Muryanto.
Namun, pembinaan tidak berhenti pada mereka yang sudah menunjukkan prestasi. Siswa yang belum berprestasi tetap mendapatkan ruang untuk berkembang dan dilatih sesuai kemampuan masing-masing.
Apalagi, Jiu-Jitsu memiliki berbagai nomor pertandingan, seperti fighting, show system, newaza dan kategori lainnya.
Ponorogo Konsisten Berbicara di Level Jawa Timur
Perkembangan Jiu-Jitsu di Ponorogo juga menunjukkan tren positif. Muryanto menyebut olahraga bela diri tersebut berkembang pesat dan telah menjadi salah satu kekuatan Jiu-Jitsu di Jawa Timur.
Hal itu diperkuat oleh catatan prestasi di ajang Porprov Jawa Timur.
![]() |
| Supeno (tengah) Sekretaris Jiu Jitsu Kabupaten Ponorogo bersama Pelatih dalam acara UKT di lapangan desa Nongkodono |
Sekretaris IJI sekaligus PBJI Kabupaten Ponorogo, Supeno, mengatakan Jiu-Jitsu Ponorogo telah dua kali berturut-turut menjadi juara umum Porprov Jawa Timur.
Tak hanya di tingkat provinsi, sejumlah atlet asal Ponorogo juga telah menembus kompetisi tingkat nasional hingga Asia.
Bahkan, atlet Jiu-Jitsu Ponorogo disebut pernah mewakili Indonesia dalam ajang SEA Games di Kamboja dan berhasil meraih medali.
“Alhamdulillah, ada dari Jujitsusan Ponorogo yang mewakili di tingkat nasional bahkan ke Asia,” ujar Supeno.
UKT Jadi Pintu Menuju Prestasi
Bagi pengurus, 326 siswa yang mengikuti UKT bukan sekadar angka. Mereka adalah bagian dari proses panjang regenerasi atlet.
Supeno menjelaskan, UKT menjadi tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai materi dan program Jiu-Jitsu. Dari proses tersebut, pengurus dapat mengevaluasi perkembangan sekaligus memetakan potensi yang dimiliki masing-masing siswa.
“Harapan kami, UKT ini sebagai tolok ukur kemampuan siswa sekaligus mempersiapkan kader untuk berkarier di tingkat regional, nasional maupun internasional,” jelasnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Jiu-Jitsu Ponorogo kini tidak hanya mengejar prestasi hari ini.
Targetnya adalah menyiapkan generasi berikutnya.
Lapangan Nongkodono pun menjadi saksi. Sebanyak 326 siswa menjalani ujian, mengasah kemampuan dan mengejar kenaikan tingkat.
Tetapi dari ratusan siswa tersebut, bukan tidak mungkin akan muncul nama-nama baru yang kelak berdiri di podium, membawa medali, dan mengibarkan nama Ponorogo di tingkat nasional bahkan internasional.(Nang/Red).


