BREAKING NEWS

Rp91,7 Miliar Digelontorkan! 29 Paket Jalan Ponorogo Dikebut, Benarkah Tuntas Akhir Tahun?

Perbaikan jalan di Ponorogo terus dikebut pengerjaannya, tahun ini ada 29 titik paket pekerjaan 

PONOROGO, SINYALPONOROGO – Uang puluhan miliar rupiah kini bergerak ke berbagai ruas jalan di Kabupaten Ponorogo. Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan Rp91,7 miliar dari APBD untuk pekerjaan peningkatan jalan.

Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 29 paket pekerjaan tersebar di berbagai wilayah Ponorogo. Mulai jalan di kawasan perkotaan hingga ruas penghubung antarkecamatan masuk dalam daftar proyek yang dikerjakan tahun ini.

Pertanyaannya kini sederhana: sejauh mana progresnya dan apakah seluruh pekerjaan benar-benar bisa tuntas sebelum akhir tahun?

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Ponorogo, Shintawati, ST, M.Si, memastikan proyek-proyek tersebut masih berjalan sesuai jadwal.

“Untuk tahun 2026 ini setidaknya ada 29 paket pekerjaan perbaikan jalan di Ponorogo. Total anggaran perbaikan jalan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp91,7 miliar,” kata Shintawati, Kamis (10/9/2026).

Dari 29 paket tersebut, empat paket bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan paket lainnya menggunakan sumber pendanaan DAU.

Namun, tidak seluruh paket berada pada posisi yang sama.

Sebagian sudah masuk tahap pelaksanaan. Sebagian lainnya masih berada dalam proses persiapan penandatanganan kontrak. Bahkan terdapat satu paket yang harus menjalani tender ulang karena gagal berkontrak.

Artinya, pekerjaan rumah pemerintah daerah bukan hanya memastikan proyek yang sudah berjalan selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan paket yang masih berada dalam tahapan administrasi segera bergerak ke lapangan.

Dari Kota hingga Pelosok Ponorogo

Daftar pekerjaan menunjukkan cakupan proyek yang cukup luas.

Di kawasan kota, peningkatan jalan menyasar Jalan Gajah Mada, Jalan Basuki Rahmat, Suromenggolo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sedap Malam, Jalan Doplang, Jalan Jenar, Jalan Kalimantan hingga Jalan Budi Utomo.

Sementara di wilayah kecamatan, proyek menyebar mulai Jeruksing-Jabung, Ngabar-Jabung, Jetis-Jabung, Temon-Suru, Pulung-Sooko, Bungkal-Ngrayun, Ngrayun-Mrayan, Krebet-Karangpatihan, Balong-Ngumpul, Jeruksing-Pulung, Dengok-Nongkodono, Somoroto-Ngumpul hingga Ngrayun-Jajar.

Ruas lainnya mencakup Sawoo-Tumpakpelem, Tumpakpelem-Manding, Ngebel-Wonokoyo, Jenangan-Kesugihan, Mlilir-Bakalan, Ngambakan-Sampung, Sampung-Pohijo, Gandukepuh-Gelanglor hingga Blumbang-Tumpakpelem.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa proyek jalan 2026 tidak hanya menyasar pusat kota, tetapi juga konektivitas antarwilayah.

Bagi masyarakat, persoalannya bukan semata-mata berapa banyak paket yang dikerjakan. Yang lebih penting adalah kapan jalan benar-benar bisa digunakan dengan kondisi yang lebih baik dan apakah kualitas pekerjaan sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

Target Akhir Tahun Jadi Taruhan

Dengan nilai anggaran mencapai Rp91,7 miliar, target penyelesaian menjadi sorotan.

Shintawati menyebut seluruh paket saat ini masih berjalan sesuai jadwal.

“Semua paket pekerjaan masih berjalan on schedule. Insyaallah akhir tahun semua pekerjaan sudah selesai,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi target yang harus dibuktikan di lapangan.

Sebab, waktu pelaksanaan terus berjalan. Paket yang sudah berkontrak harus mampu mengejar progres fisik, sementara paket yang masih dalam proses kontrak harus segera masuk tahap pekerjaan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan sekadar 29 paket tercatat dalam daftar proyek, melainkan berapa banyak ruas yang benar-benar selesai, kualitas konstruksinya terjaga, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Rp91,7 miliar telah dialokasikan.

Kini publik menunggu hasil akhirnya: apakah 29 paket jalan tersebut benar-benar mampu mengubah wajah infrastruktur Ponorogo sebelum tutup tahun 2026?(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar