BREAKING NEWS

Viral Pohon Keropos Nyaris Ambruk di Jenangan, Polres Ponorogo Langsung Sat Set Sebelum Jadi Petaka

Polisi atur lalulintas ada pohon tumbang supaya lalulintas berjalan lancar 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
Viral di media sosial, langsung ditindak! Informasi warga soal pohon keropos yang disebut-sebut nyaris ambruk di kawasan Jenangan, Ponorogo, tak dibiarkan berlarut-larut.

Jajaran Polres Ponorogo melalui Polsek Jenangan langsung bergerak mengecek lokasi. Bukan sekadar datang melihat, polisi kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait hingga pohon yang dinilai membahayakan pengguna jalan itu akhirnya dipotong dan dievakuasi.

Ancaman pohon tersebut sebelumnya ramai setelah akun Instagram ponorogo.24jam mengunggah kondisi pohon pada 12 September 2026.

Pesannya cukup membuat pengguna jalan waspada.

“Waspada Lur! Pohon keropos meh ambruk nek Jenangan kidul STMJ, Tulung dinas terkait dang sat set!”

Unggahan itu menjadi alarm bagi pihak terkait. Polisi melakukan pengecekan untuk memastikan apakah informasi tersebut benar-benar mengandung potensi bahaya.

Hasilnya, kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Pohon jenis Mindi tersebut diketahui memiliki panjang sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter dan kondisinya dinilai membahayakan.

Daripada menunggu roboh dan baru bertindak setelah ada korban, langkah pencegahan pun dilakukan.

Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, personel Polsek Jenangan bersama tim PU Babadan turun ke lokasi. Pohon tersebut langsung dipotong dan dievakuasi.

Polisi juga mengamankan lokasi serta mengatur arus lalu lintas selama proses pemotongan berlangsung.

Dengan demikian, potensi bahaya yang sebelumnya menjadi kekhawatiran warga akhirnya berhasil ditangani.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo melalui Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo, S.H., mengatakan pihaknya tidak menutup mata terhadap informasi yang berkembang di media sosial.

“Kami mengapresiasi informasi dan kepedulian masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Setiap informasi yang berpotensi menyangkut keselamatan masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujar AKP Amrih.

Ia menegaskan, media sosial saat ini juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan keamanan maupun keselamatan.

“Kami tidak hanya menunggu laporan secara langsung. Informasi yang berkembang di media sosial juga menjadi perhatian kami,” jelasnya.

Menurutnya, setelah informasi tersebut dicek dan dinyatakan berpotensi membahayakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan PU agar penanganan dapat dilakukan.

Pesannya jelas: jangan menunggu pohon tumbang baru bertindak.

Masyarakat yang menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan diminta segera menyampaikan informasi kepada pihak terkait.

Sebab dalam kasus ini, satu unggahan warga ternyata bisa menjadi alarm penting—dan respons cepat bisa mencegah sebuah potensi musibah.

“Keberadaan dan kepedulian masyarakat sangat membantu tugas kepolisian dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini,” pungkas AKP Amrih.(Nang/humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar