Tragedi Madiun Jadi Alarm, Masbe Minta Polres Ponorogo Intensifkan Patroli Hotel, Kos, dan Kontrakan
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kasus pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak balitanya di Madiun yang disertai mutilasi dan pembakaran jenazah mengundang keprihatinan mendalam. Tragedi tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial, kewaspadaan lingkungan, serta pengawasan terhadap hunian dan tempat penginapan.
Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono alias Masbe atau Bendol, menilai peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat tidak bersikap acuh terhadap kondisi di sekitarnya.
Menurut dia, keamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Peran warga, pengurus RT/RW, pemerintah desa dan kelurahan, hingga pemilik hotel, rumah kos, dan kontrakan juga diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan kejahatan.
“Kasus ini harus menjadi alarm kewaspadaan sekaligus pembelajaran berharga bagi kita semua. Jangan sampai sikap cuek dan masa bodoh membuat potensi persoalan di lingkungan luput dari perhatian,” ujar Masbe, Selasa (27/10/2026).
Ia secara khusus berharap Polres Ponorogo lebih sering melakukan patroli dan pemantauan terhadap hotel, rumah kos, serta rumah kontrakan. Langkah tersebut, menurut dia, perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kelurahan, hingga pemerintah kabupaten agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
“Polres Ponorogo perlu lebih intensif melakukan patroli di hotel, rumah kos, dan kontrakan. Tentu harus berkolaborasi dengan pemerintah desa, kelurahan, Kecamatan maupun pemerintah kabupaten. Tujuannya untuk meminimalkan potensi kejahatan dan menjaga masyarakat agar tetap aman,” tegasnya.
Masbe juga mengingatkan pentingnya peran pemilik kontrakan dan rumah kos dalam memastikan pendataan penghuni dilakukan secara tertib serta menjalin komunikasi dengan pengurus lingkungan setempat.
Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan bukan berarti mencampuri urusan pribadi orang lain. Namun, masyarakat perlu lebih peka terhadap situasi yang berpotensi mengancam keselamatan dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi yang mencurigakan.
“Pemilik kontrakan maupun kos harus lebih aktif. Warga juga perlu saling menjaga. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya kepedulian setelah terjadi peristiwa yang merenggut korban jiwa,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan keamanan lingkungan perlu dilakukan secara berkala melalui pendataan penghuni, komunikasi antarwarga, patroli, serta koordinasi antara aparat keamanan dan pemerintah setempat. Langkah tersebut harus tetap menghormati privasi warga dan tidak menimbulkan prasangka terhadap penghuni baru.
Bagi Masbe, tragedi di Madiun bukan sekadar kabar duka dari daerah tetangga, melainkan momentum untuk memperkuat tanggung jawab sosial bersama.
“Lebih baik melakukan antisipasi sejak dini daripada menyesal setelah terjadi peristiwa yang memilukan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.(Nang/Red).
