BREAKING NEWS

Angkat Legenda Reog ke Animasi AI, Guru SMK PGRI 2 Ponorogo Raih Juara 1 dan Berpeluang ke Shanghai


PONOROGO, SINYALPONOROGO
 
 – Legenda Reog Ponorogo tak hanya hidup melalui pertunjukan seni tradisional. Di tangan seorang guru SMK PGRI 2 Ponorogo, kisah budaya kebanggaan masyarakat Ponorogo itu menjelma menjadi karya animasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Adalah Endy Bagus Setyawan Ramadhani, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKS PGRI 2 Ponorogo, yang berhasil meraih juara pertama dalam pelatihan pembuatan film dan animasi berbasis AI, Jumat (30/10/2026).


Karyanya mengangkat legenda Reog Ponorogo melalui pendekatan visual digital. Sebuah pilihan yang menarik, karena teknologi kecerdasan buatan tidak sekadar dimanfaatkan untuk menciptakan gambar bergerak, tetapi juga menjadi medium baru dalam mengenalkan warisan budaya daerah.

Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Endy untuk mengikuti program pembelajaran lanjutan hingga berkompetisi dalam ajang pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, Cina, pada Januari 2027.

Perjalanan Endy menuju capaian tersebut bukan berlangsung dalam waktu singkat. Ia mengikuti pelatihan selama dua bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026, bersama 49 guru SMK lainnya dari Jawa Timur.

Awalnya, Endy mengira kegiatan itu hanya pelatihan peningkatan kompetensi guru seperti program sertifikasi pada umumnya. Namun, materi yang diberikan ternyata jauh lebih luas. Para peserta diajak memahami bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk memproduksi gambar, video, hingga animasi.

Salah satu keterampilan yang menjadi perhatian adalah menyusun prompt, yakni instruksi teks yang menentukan bagaimana AI menghasilkan visual sesuai konsep dan alur cerita yang diinginkan.

Peserta juga diperkenalkan dengan WonderClip AI. Melalui platform tersebut, mereka belajar mengubah teks menjadi video sekaligus merangkai sejumlah visual agar memiliki kesinambungan dalam sebuah cerita.

Proses pelatihan berlangsung secara daring dengan pendampingan pemateri dari Boke Technology dua kali setiap pekan. Di luar sesi pembelajaran, peserta dituntut aktif mengeksplorasi teknologi sekaligus menyelesaikan tugas secara mandiri.

Bagi Endy, tantangan tidak hanya terletak pada kemampuan menyusun konsep dan mengolah visual. Keterbatasan kredit penggunaan aplikasi AI juga sempat menjadi kendala. Ia harus mencari alternatif aplikasi lain agar proses produksi tetap berjalan.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru memberinya pemahaman bahwa penguasaan teknologi AI tidak cukup hanya dengan mengetahui nama aplikasi. Kreativitas, ketekunan, kemampuan menyusun instruksi, serta keberanian mencoba berbagai alternatif tetap menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya.

"Saya awalnya mengira pelatihan biasa, seperti sertifikasi guru. Ternyata prosesnya cukup panjang dan hasilnya bisa membuka kesempatan untuk berangkat ke Cina," ujarnya.

Endy berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan tentang AI, khususnya teknik penyusunan prompt agar hasil karya semakin berkualitas.

Karya para peserta selanjutnya dinilai oleh Boke Technology bersama tim Science Techno Park Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dari 50 guru yang mengikuti pelatihan, sebanyak 15 peserta dengan karya terbaik mendapatkan apresiasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru vokasi agar mampu mengikuti perkembangan industri kreatif dan teknologi digital.

Sebanyak 50 guru SMK mendapatkan pembekalan, terutama dalam bidang desain komunikasi visual dan animasi. Hasil akhirnya berupa video animasi atau film berbasis AI yang mengangkat legenda maupun sejarah Jawa Timur.

Sebanyak 15 peserta terpilih kemudian memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim berbasis AI. Program ini diawali dengan pertemuan tatap muka di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, kemudian dilanjutkan secara daring sebagai persiapan menuju kompetisi di Shanghai, Cina.

"Kerja sama ini kami tindak lanjuti secara bertahap. Tahap pertama, sebanyak 50 guru SMK di Jawa Timur mendapatkan pelatihan, khususnya di bidang DKV dan animasi. Dari pelatihan tersebut, dihasilkan karya akhir berupa video animasi atau film berbasis AI yang mengangkat legenda maupun sejarah Jawa Timur," kata Aries.

Menurut Aries, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan vokasi. Guru tidak boleh berhenti pada kompetensi yang dimiliki saat ini, melainkan harus terus memperbarui pengetahuan agar pembelajaran di sekolah selaras dengan kebutuhan industri.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh para guru dapat ditularkan kepada siswa. Dengan demikian, sekolah vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan produk kreatif bernilai tambah.

Agus Salim, S.Kom
Kepala sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, S.Kom., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Endy. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa tenaga pendidik di sekolahnya memiliki semangat untuk terus berkembang mengikuti perubahan teknologi.

Lebih dari sekadar prestasi individu, Agus menilai karya Endy membawa pesan penting bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Pak Endy. Inovasi ini membuktikan bahwa guru-guru kami terus bergerak aktif mengikuti arus teknologi, khususnya AI, sekaligus memanfaatkannya untuk melestarikan budaya Reog Ponorogo. Harapannya, semangat inovasi ini bisa menular dan menjadi inspirasi bagi para siswa serta seluruh civitas akademika sekolah," ungkap Agus.

Prestasi Endy menjadi gambaran bahwa legenda Reog Ponorogo memiliki ruang untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika dahulu kisah budaya diwariskan melalui pertunjukan dan cerita lisan, kini teknologi animasi membuka peluang untuk memperkenalkannya melalui medium digital.

Dari ruang kelas SMK di Ponorogo, sebuah cerita lokal kini memiliki kesempatan menjangkau panggung yang lebih luas. Bahkan, peluang untuk membawanya hingga Shanghai, Cina.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar