BREAKING NEWS

Drainase Persawahan Jadi Kado Reses Atika untuk Petani Bringin

Suasana Reses Hj. Atika Banowati, SH anggota DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar di desa Bringin Kauman 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Hj. Atika Banowati, SH, membawa kabar menggembirakan bagi para petani Desa Bringin, Kecamatan Kauman. Dalam agenda reses yang digelar di Balai Desa Bringin pada Rabu, 19 November 2025, Atika memastikan bahwa program drainase persawahan untuk wilayah tersebut telah lolos Tim Pelaksana Anggaran Daerah (TPAD) dan diproyeksikan bisa direalisasikan pada tahun 2026.

Acara reses ini dihadiri Kepala Desa Bringin Purwito, para perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi Golkar, Muryanto, atau akrab disapa Mberu.

Kades Bringin: Regulasi Berubah, Desa Harus Adaptif

Kepala Desa Bringin, Purwito, mengawali acara dengan menyoroti perubahan aturan yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi itu membuat pemerintah desa harus lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk melalui program koperasi desa merah putih.

Hj. Atika Banowati, SH jaring aspirasi di desa Bringin Kauman Ponorogo 

Purwito juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Atika.
“Selamat datang Bu Atika. Semoga kehadirannya memberi manfaat lebih besar bagi desa kami,” ujarnya.

Golkar Perkuat Basis, Drainase Jadi Bukti Nyata

Muryanto, yang turut mendampingi Atika, mengatakan bahwa kunjungan reses ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan Golkar dengan warga Bringin.

“Meski suara Golkar di Bringin belum maksimal, Bu Atika sudah membawa kado drainase persawahan yang statusnya lolos TPAD. Artinya tahun 2026 insyaAllah bisa direalisasikan,” jelasnya.

Menurutnya, penting bagi warga Bringin mengenal lebih dekat peran Atika sebagai wakil rakyat, terutama dalam kondisi anggaran pemerintah yang semakin ketat akibat kebijakan pusat.
“Di Golkar, jejaring kita kuat hingga pusat. Bu Atika bisa disinergikan dengan Pak Ali Mufthi dari DPR RI,” tambahnya.

Atika: Reses untuk Mendengar Suara Warga

Mengawali dialog, Atika memperkenalkan diri meski sebagian besar warga telah mengenalnya melalui Pileg 2024. Ia menekankan bahwa reses merupakan wadah untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat.


“Reses ini untuk menyerap aspirasi panjenengan semua. Saya mewakili lima kabupaten di dapil IX: Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Pacitan,” ucap Atika.

Atika berterima kasih atas dukungan masyarakat pada Pileg 2024 dan berharap hubungan baik ini terus berlanjut.
“Segala usulan dari Desa Bringin akan saya bawa ke pembahasan di DPRD dan saya kawal hingga 2027, selama sesuai menu program di provinsi,” tegasnya.

Ia juga meminta doa agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Ponorogo baru kena haratan, semoga semua tetap aman,” tambahnya.

Usulan Petani: Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas Baru

Sesi dialog dengan warga Desa Bringin berlangsung aktif. Salah satu usulan datang dari Sumadi, yang mengatakan bahwa mayoritas warga Bringin adalah petani. Ia meminta dukungan pembangunan jalan usaha tani untuk mempermudah pengangkutan hasil panen.

Atika merespons cepat.
“Jalan usaha tani ada menunya di provinsi. Silakan komunikasi dengan pendamping desa (TA) untuk diajukan tahun 2026. Saya perjuangkan agar 2027 bisa terealisasi,” ujarnya.

Aspirasi Infrastruktur Diprioritaskan, Lainnya Tetap Ditampung

Sebagai anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi infrastruktur, Atika menegaskan bahwa aspirasi pembangunan fisik tetap menjadi prioritasnya. Namun, usulan di luar bidang komisinya tetap akan diteruskan ke komisi terkait.

“Semua aspirasi panjenengan tetap saya tampung dan saya sampaikan sesuai bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Reses yang Memberi Harapan

Kehadiran Atika Banowati di Desa Bringin bukan hanya mempertegas kedekatannya dengan masyarakat, tetapi juga membawa kado konkret berupa program drainase persawahan, yang sangat dibutuhkan petani setempat. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas lahan, produktivitas pertanian, sekaligus mengurangi risiko banjir di area persawahan.

Dengan langkah-langkah yang mulai berjalan sejak sekarang, warga Bringin berharap tahun 2026 menjadi momentum besar bagi berkembangnya infrastruktur pertanian di desa mereka.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar