BREAKING NEWS

Drama Keracunan Massal di Sekolah, Cara RSU Aisyah Ponorogo Uji Kesiapan Medis

Para korban keracunan dipapah teman untuk memasuki mobil ambulan 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Suasana mencekam tiba-tiba menyelimuti SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Selasa (5/5/2026). Puluhan siswa dikabarkan mengalami keracunan usai menyantap kue ulang tahun di lingkungan sekolah. Teriakan panik terdengar, sementara sirene ambulans bersahut-sahutan memecah ketenangan pagi.

Sejumlah kendaraan ambulans tampak keluar masuk halaman sekolah yang berada di sekitar Stadion Batoro Katong. Petugas medis bergerak cepat mengevakuasi para “korban” menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Guru dan siswa diliputi kepanikan, bahkan warga sekitar ikut cemas menyaksikan situasi yang terlihat begitu nyata.

“Ya Allah, teman saya keracunan. Habis makan kue ulang tahun. Cukup banyak,” ujar salah satu siswa dengan nada gemetar.

Namun, di balik kepanikan yang terasa begitu riil, peristiwa tersebut ternyata bukan kejadian sebenarnya. Semua merupakan bagian dari simulasi penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang digelar oleh RSU Aisyah Ponorogo.

Arbain, S.Kep, NS
Bagian humas RSU Aisyah Ponorogo 

Humas RSU Aisyah Ponorogo, Arbain, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa simulasi ini memang dirancang semirip mungkin dengan kondisi nyata. Bahkan, sebagian peserta—termasuk tenaga medis dan siswa tidak mengetahui bahwa itu adalah latihan.

“Banyak yang tidak tahu, termasuk sebagian tenaga medis dan siswa. Kami ingin respons yang muncul benar-benar alami, seperti saat menghadapi kejadian sesungguhnya,” jelas Arbain.

Dalam simulasi tersebut, para siswa dilibatkan sebagai “korban” keracunan massal. Proses evakuasi dilakukan secara cepat, diikuti penanganan medis mulai dari triase hingga tindakan di IGD. Semua prosedur dijalankan sesuai standar penanganan darurat.


Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurut Arbain, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk evaluasi dan penguatan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi KLB di masyarakat.

“Ini bagian dari upaya ‘refresh’ kemampuan petugas. Setelah simulasi, akan kami evaluasi—mana yang kurang, mana yang perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, simulasi ini justru mendapat apresiasi karena dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Awalnya panik, tapi setelah tahu ini simulasi jadi lega. Justru bagus supaya tenaga kesehatan selalu siap,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.

Simulasi ini menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi situasi darurat tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Dengan pendekatan realistis, RSU Aisyah Ponorogo menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap sigap, cepat, dan profesional—kapan pun dibutuhkan.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar