“Mirza Ananta Resmikan Jembatan Poko–Ngumpul: Titik Awal Membuka Isolasi Desa dan Menggerakkan Ekonomi Warga”

Mirza Ananta, S.Sos anggota DPRD Propinsi Jatim fraksi Nasdem resmikan jembatan penghubung Desa Poko Jambon-ngumpul Balong
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Usai melaksanakan reses di Desa Poko, Kecamatan Jambon, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi NasDem, Mirza Ananta, S.Sos, meresmikan jembatan penghubung antara Desa Poko, Jambon, dan Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, pada Kamis (20/11/2025). Peresmian ini disambut antusias warga, terutama masyarakat Dukuh Jati yang menjadi titik lokasi jembatan baru tersebut.
Sebelumnya, akses di kawasan itu hanya berupa jalan setapak yang terbatas dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga terhambat, termasuk aktivitas ekonomi yang bergantung pada hubungan antarwilayah. Jembatan baru ini kini menjadi titik awal pembuka akses dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Titik Awal Pembuka Isolasi
Dalam sambutannya, Mirza menekankan bahwa jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dimulainya perubahan infrastruktur di wilayah yang selama ini terisolasi.
“Ini menjadi PR kita ke depan untuk melanjutkan kembali. Karena akses jalan belum terbentuk sempurna, maka butuh pengurukan agar bisa dilalui dengan nyaman,” ujar Mirza usai meresmikan jembatan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pembangunan jembatan merupakan langkah paling krusial—membuka ruang baru yang sebelumnya nyaris tak tersentuh pembangunan.
Kolaborasi Dua Wakil Rakyat
Mirza tidak datang sendiri. Ia didampingi H. Agus Mustofa Latif, anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi NasDem. Keduanya sepakat untuk berkolaborasi menyelesaikan lanjutan pembangunan akses jalan Poko–Ngumpul.
“Kami akan terus berjuang semampunya agar akses ini bisa dilewati dengan nyaman, sehingga warga lebih mudah dalam beraktivitas dan ekonomi bisa bergerak,” terang Mirza.
Agus Mustofa Latif juga memastikan akan membawa aspirasi warga ke tingkat kabupaten, sementara Mirza mengawal di tingkat provinsi—sebuah sinergi yang jarang terlihat dan sangat diharapkan masyarakat.
Perjuangan Lintas Lembaga untuk Jalan Baru
Mirza menegaskan bahwa pembangunan jembatan adalah langkah awal. Pihaknya akan mengupayakan lanjutan pembangunan akses jalan melalui berbagai jalur, baik sekretariat kabupaten maupun provinsi.
“Jembatan ini hanya titik awal untuk membuka akses. Ke depan akan terus kita perjuangkan. Kami ingin memutus isolasi yang selama ini membelenggu masyarakat di kawasan ini,” tegasnya.
Bagi warga Dukuh Jati dan sekitarnya, jembatan ini membawa harapan baru. Akses menuju Balong dan wilayah lain kini mulai terbuka. Anak sekolah bisa berangkat lebih mudah, petani bisa mengangkut hasil panen tanpa memutar jauh, dan layanan darurat dapat lebih cepat menjangkau warga.
Penulis : Nanang
