BREAKING NEWS

Pembayaran Molor, Mitra Keluhkan Kinerja Kepala SPPG Badegan 001

Program MBG Terancam Terganggu, Satgas Diminta Turun Tangan

Gambar hanya ilustrasi saja...

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang mampu menggerakkan ekonomi lokal justru menuai keluhan di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Sejumlah mitra, relawan, dan penyuplai bahan pangan mengaku dirugikan akibat keterlambatan pembayaran dari SPPG Badegan 001.

Sorotan utama tertuju pada Kepala SPPG Badegan 001 yang juga menjabat sebagai koordinator kepala SPPG se-Kecamatan Badegan. Alih-alih menjadi teladan, kinerjanya justru dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai pimpinan dapur MBG.

Keluhan datang dari berbagai pihak. Satria Ahmad, penyuplai telur sekaligus Ketua Pemuda Tani Kabupaten Ponorogo, menyebut banyak suplayer kecewa. Harapan awal bahwa program MBG dapat meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha lokal justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.

“Kasihan suplayer-suplayer kecil. Awalnya dikira MBG ini bisa menambah penghasilan karena volume meningkat, tapi pembayaran sering molor. Modal mereka macet,” ujarnya.

Regulasi pembayaran yang semestinya bisa dilakukan cepat dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini memicu protes dari para mitra dapur yang merasa dirugikan secara ekonomi.

Masih menurut Satria Admad, salah satu suplayer di SPPG Badegan 001. Ia mengaku hingga kini masih ada dua nota pembayaran yang belum jelas realisasinya.

“Kami terkendala permodalan. Kalau begini terus, ini bisa mengganggu keberlangsungan program MBG Presiden Prabowo,” kata Satria kepada sinyal Ponorogo Minggu, 1/02/2026.

Kekecewaan tak berhenti pada persoalan pembayaran. Minimnya komunikasi dan koordinasi dari pihak kepala SPPG membuat relawan dan suplayer merasa diabaikan. Bahkan, sebagian mitra secara terbuka meminta agar Kepala SPPG Badegan 001 dievaluasi, bahkan diganti.

“Kalau tidak ada perubahan, kami bekerja untuk apa?” ungkap salah satu relawan.

Upaya konfirmasi kepada Sidik, Kepala SPPG Badegan 001, dilakukan melalui sambungan telepon. Panggilan sempat tersambung, namun saat ditanya terkait keterlambatan pembayaran kepada relawan dan suplayer, yang bersangkutan justru balik bertanya soal sumber informasi, sebelum akhirnya menutup telepon. Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi lanjutan tidak membuahkan hasil.

Para mitra berharap Satgas MBG Kabupaten Ponorogo segera turun tangan mengevaluasi kinerja seluruh kepala SPPG, khususnya di Badegan.

Mereka menilai, dana negara yang digelontorkan untuk menggaji petugas MBG seharusnya berbanding lurus dengan kinerja dan tanggung jawab di lapangan.

“Kalau tidak sesuai harapan Presiden, jangan sampai program bagus ini rusak hanya karena buruknya tata kelola,” tegas Satria.

Keluhan para mitra ini menjadi alarm serius. Tanpa perbaikan manajemen dan pengawasan ketat, tujuan besar MBG sebagai program strategis nasional dikhawatirkan justru tersendat di tingkat pelaksana.(Redaksi/Nang).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar