BREAKING NEWS

Reses Hj. Atika Banowati di Coper: Aspirasi Mengalir, Sinergi Golkar Dijanjikan untuk Majukan Jetis

Kompak, Hj. Atika Banowati, SH bersama warga masyarakat desa Coper dalam acara Reses 

PONOROGO, SINYALPONOROGO –
Suasana Balai Desa Coper, Kecamatan Jetis, Selasa (18/11/2025), berubah hangat ketika ratusan warga berkumpul mengikuti agenda reses masa persidangan I tahun 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, SH dari Fraksi Golkar. Reses yang digelar hingga 24 November itu menjadi ruang dialog terbuka antara warga, pemerintah desa, dan legislator lintas tingkatan. Hadir pula Moh. Komarudin, S.Ag, M.Si, anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi Golkar.

Kades Coper: Terima Kasih dan Pesan untuk Tak Sungkan Menyampaikan Aspirasi

Kepala Desa Coper, Damanhuri, membuka acara dengan sambutan yang menekankan pentingnya keberanian warga dalam menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Suasana acara Reses atau jaring aspirasi Hj. Atika Banowati, SH di desa Coper Ponorogo 

“Saya meminta warga jangan sungkan menyampaikan kebutuhan di desa kita kepada Bu Atika. Beliau datang untuk menyerap aspirasi panjenengan semua,” ujarnya.

Tidak lupa, Damanhuri menyampaikan terima kasih atas beberapa program yang telah masuk ke Coper, seperti P3TGAI dari Ali Mufthi serta program talut jalan sawah di Dusun Poh Kuning yang telah rampung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tentu kami berharap banyak keberlanjutan program, termasuk dari Bu Atika Banowati,” imbuhnya.

Komarudin: “Coper Ojo Sampai Dilalekke”

Dalam kesempatan itu, Moh. Komarudin menitipkan pesan khusus kepada Atika Banowati agar Desa Coper tidak luput dari perhatian program pembangunan Provinsi Jawa Timur.

“Soal infrastruktur jalan, Coper ini penting. Saya nitip, ojo nganti dilalekke,” tegasnya, disambut anggukan warga.

Hj. Atika Banowati: Sinergi Tiga Level Dewan untuk Aspirasi Tepat Menu


Memperkenalkan diri sebagai Anggota Komisi D DPRD Jatim, Atika menegaskan bahwa Golkar memiliki pola kerja sinergis antara DPRD kabupaten, provinsi, hingga pusat. Hal ini penting agar aspirasi warga bisa masuk dalam menu yang tepat, sesuai kewenangan masing-masing tingkatan.

“Kalau usulannya besar masuk pusat, yang menengah masuk provinsi, dan yang kecil ada di kabupaten. Sinergi ini penting supaya aspirasi tidak salah tempat dan bisa terealisasi,” jelasnya.

Terkait aspirasi jalan desa di Dukuh Banaran, Atika memastikan usulan itu telah lolos TPAD sehingga berpeluang besar terealisasi.

“Mohon doa semoga tidak ada kendala agar program bisa segera dinikmati warga Coper,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa ketatnya aturan tidak menghalangi perjuangannya, selama usulan sesuai menu program yang tersedia.

Dialog Aspirasi: Pendidikan, Jalan, Sungai Longsor hingga Taman Bermain

Reses kemudian berlanjut pada sesi dialog yang berlangsung hidup, dengan beberapa warga mengajukan pertanyaan:

1. Siti Komsatun – RA Muslimat Butuh Fasilitas

Siti Komsatun mempertanyakan peluang pembangunan fasilitas RA Muslimat di Coper—mulai dapur, parkir, hingga gedung multifungsi.

Atika langsung menanyakan legalitas lembaga tersebut. Setelah dinyatakan lengkap, ia menjawab optimistis.

“Kalau persyaratan terpenuhi, kita usulkan tahun 2026 dan insyaAllah terealisasi 2027. Menu ini ada di provinsi,” ujarnya.

Namun ia menegaskan perlunya koordinasi awal untuk memastikan usulan sesuai menu yang tersedia.

2. Purwanto – Jalan Aspal Masih ‘Godok’

Purwanto mengeluhkan kondisi jalan yang masih berupa aspal godok dan meminta perbaikan menjadi hotmix.

Atika menjelaskan batas kewenangan:

  • Jalan gang kecil → kewenangan desa
  • Jalan poros desa → masuk wilayah provinsi

Sehingga pengusulan harus disesuaikan dengan klasifikasi jalan.

3. Sujono – Sungai Longsor & Taman Bermain Anak

Sujono mengeluhkan sungai di Dukuh Banaran yang mengalami longsor sehingga aliran air tersendat dan berpotensi banjir.

Atika menjawab bahwa sungai tersebut masuk wilayah DAS Solo dan terkait aliran Waduk Bendo. Karena itu, kewenangannya ada di Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.

Untuk taman bermain anak, Atika menyebut program tersebut merupakan menu DPR RI, sehingga ia berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada Ali Mufthi.

Atika: “Saya Tidak Bisa Janji Semua Terpenuhi, Tapi Akan Berjuang untuk Coper”

Menutup dialog, Atika menekankan bahwa reses adalah momentum untuk turun mendengar, bukan sekadar formalitas. Ia meminta maaf jika ada usulan yang tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Tapi saya akan terus berjuang agar sebanyak mungkin aspirasi panjenengan bisa terealisasi. Karena ini semua untuk kemaslahatan masyarakat,” tutupnya.

Acara berlangsung hangat hingga akhir, dihadiri ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, dan warga Desa Coper.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar