Belum Capai Target 2025, RSUD Bantarangin Tetap Naikkan Bidik Penerimaan 2026

drg. Enggar Tri Adji Sambodo
Direktur RSUD Bantarangin Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – RSUD Bantarangin Ponorogo menunjukkan optimisme kuat menatap tahun 2026, meski realisasi penerimaan tahun 2025 belum sepenuhnya memenuhi target. Hingga pertengahan Desember 2025, pendapatan rumah sakit ini baru mencapai Rp5,6 miliar dari target Rp6,5 miliar.
Direktur RSUD Bantarangin, drg. Enggar Tri Adji Sambodo, mengakui capaian tersebut belum maksimal. Namun, ia menegaskan hal itu tidak menyurutkan langkah manajemen untuk menaikkan target penerimaan tahun depan menjadi Rp7,5 miliar.
“Target 2026 tetap naik. Kami optimistis bisa tercapai,” ujar drg. Enggar saat diwawancarai Sinyal Ponorogo, Senin (22/12/2025).
Optimisme itu, kata Enggar, bukan tanpa dasar. Fokus utama rumah sakit ke depan adalah peningkatan dan penambahan layanan, terutama dengan menghadirkan dokter spesialis organik. Selama ini, RSUD Bantarangin masih mengandalkan dokter spesialis pinjaman dari RS Yasfin, RSUD Harjono, hingga RSU Sogaten Madiun.
Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan jam praktik dokter. Pasien kerap harus menunggu, sementara potensi pelayanan dan pendapatan belum bisa dimaksimalkan.
“Kalau dokter masih pinjaman, jam kerja mereka terbatas. Berbeda jika kita punya dokter organik sendiri, pelayanan bisa lebih panjang dan optimal,” jelasnya.
Selain penguatan SDM, RSUD Bantarangin juga bersiap membuka layanan jantung pada tahun 2026. Layanan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam melengkapi fasilitas kesehatan di wilayah barat Ponorogo.
“Pembukaan layanan jantung ini bukan hanya soal pendapatan, tapi juga peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,” tegas Enggar.
Ia menambahkan, manajemen rumah sakit tengah mengajukan penambahan tenaga dokter spesialis organik agar pelayanan semakin optimal dan berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, RSUD Bantarangin berharap tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih manusiawi dan profesional.
Penulis : Nanang