Ketua PSHT Ponorogo: Rebutan Itu Merusak, Persaudaraan Adalah Jalan Kekal

Kang mas Moh. Komarudin, S.Ag, M.Si
Ketua PSHT cabang Ponorogo (foto ist)
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo, Moh. Komaruddin, S.Ag., M.Si, menyampaikan pesan mendalam tentang makna sejati persaudaraan Setia Hati melalui kanal YouTube resmi PSHT Cabang Ponorogo. Pesan itu sederhana, namun menghunjam ke akar nilai ajaran PSHT.
“Kalau rebutan itu salah, ya mesti benar. Tapi kalau rebutan dianggap benar, itu justru salah,” tegas Komaruddin.
Menurutnya, persaudaraan tidak pernah lahir dari ambisi, perebutan, maupun saling meniadakan. Setia Hati, kata dia, berdiri di atas keikhlasan, saling mengalah, dan kesadaran untuk menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi atau kelompok.
Komaruddin menegaskan, persaudaraan sejati justru diuji ketika muncul perbedaan dan konflik. Jika setiap persoalan disikapi dengan nafsu menang sendiri, maka nilai Setia Hati akan terkikis dari dalam. Sebaliknya, bila dijalani dengan kebijaksanaan dan kelapangan dada, persaudaraan akan tumbuh semakin kuat.
“Persaudaraan itu bukan soal menang atau kalah, tapi soal menjaga rasa, menjaga hati, dan menjaga marwah bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan, PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan ruang pendidikan karakter. Di dalamnya, setiap warga diajarkan untuk rendah hati, tidak serakah, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh warga PSHT, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpancing konflik dan tetap menjadikan persaudaraan sebagai fondasi utama. Sebab, sebagaimana ditegaskan Komaruddin, persaudaraan Setia Hati akan kekal abadi selama-lamanya jika dijaga dengan ketulusan, bukan perebutan.
Penulis : Nanang