BREAKING NEWS

Kirab Panji dan Pawai Obor Buka Jalan Menuju Bumi Reog Berdzikir 2025


PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Suasana malam di sepanjang Jalan Hos Cokroaminoto, Ponorogo, akan menjadi saksi pertemuan nilai spiritual, tradisi, dan persaudaraan. Ribuan warga dijadwalkan menyemut dalam Kirab Panji dan Pawai Obor yang digelar sebagai Opening Event Menuju Bumi Reog Berdzikir 2025, Minggu malam (21/12/2025).

Dimulai tepat pukul 19.22 WIB, kirab ini bukan sekadar arak-arakan simbolik. Obor yang menyala dan panji-panji yang dikibarkan menjadi representasi semangat syiar, persatuan, dan penguatan nilai kebudayaan lokal yang selama ini tumbuh di Bumi Reog.

Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ponorogo, Kang Mas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang bersama—tempat spiritualitas dan tradisi bertemu tanpa sekat.

“Kirab Panji dan Pawai Obor ini bukan hanya seremoni pembuka, tetapi ikhtiar kolektif untuk menyalakan kembali nilai persaudaraan, keikhlasan, dan keteladanan. PSHT hadir untuk menjaga harmoni sosial melalui jalan budaya dan dzikir,” ujar Komarudin.

Ia menambahkan, Bumi Reog Berdzikir menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa Ponorogo bukan hanya kaya akan seni dan tradisi, tetapi juga memiliki akar spiritual yang kuat.

“Reog adalah identitas, dzikir adalah napas. Keduanya harus berjalan seiring agar Ponorogo tumbuh sebagai daerah yang beradab, religius, dan guyub,” lanjutnya.

Acara pembuka ini juga akan diisi tausiyah kebangsaan dan keagamaan oleh dua figur yang dikenal dekat dengan masyarakat:

K.H. Ahmad Rofi’i Mahfuds (Gus Eeng)

Bripka Eko Julianto, S.H., M.Pd (Abah Eko)

Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberi siraman rohani sekaligus penguatan nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Bagi PSHT Ponorogo, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam mengambil peran sosial yang konstruktif. Tidak hanya membina pencak silat sebagai warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual di ruang publik.

Dengan mengusung semangat “Terdepan Membangun Persaudaraan”, PSHT Ponorogo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir, menyatu, dan merasakan denyut kebersamaan dalam balutan tradisi dan dzikir.

Malam itu, di bawah cahaya obor yang menyala dan doa yang dilangitkan, Ponorogo menapaki langkah awal menuju Bumi Reog Berdzikir 2025—sebuah ikhtiar menjaga jati diri, merawat persaudaraan, dan meneguhkan nilai kebajikan bersama.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar