Panitia BRB 2025 Terbitkan Himbauan dan Larangan untuk Peserta
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Panitia Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 secara resmi menerbitkan serangkaian himbauan dan larangan yang wajib dipatuhi seluruh peserta selama dan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan digelar Minggu, 28 Desember 2025, di Alun-alun Kabupaten Ponorogo. Aturan ini disiapkan untuk menjaga kekhidmatan acara sekaligus memastikan BRB berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
Humas PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Alim Norfaizin, menyampaikan bahwa peserta BRB diwajibkan menggunakan busana sakral lengkap, bersabuk mori, mengenakan kopiah atau peci hitam polos bagi laki-laki serta kerudung hitam bagi perempuan. Ketentuan tersebut menjadi simbol kesungguhan spiritual dan penghormatan terhadap nilai-nilai persaudaraan yang diusung BRB.
Selain ketentuan berpakaian, keberangkatan dan kepulangan peserta harus terkoordinir dari masing-masing ranting atau komisariat. Seluruh pergerakan peserta akan dilakukan melalui rute yang telah ditentukan dan dikawal aparat kepolisian.
Panitia juga menegaskan penggunaan kendaraan bermotor harus memenuhi standar fisik dan kelengkapan surat, serta dilarang membunyikan klakson berlebihan maupun menggunakan knalpot brong yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam poin larangan, peserta tidak diperkenankan membawa kayu, besi, tongkat, minuman keras, maupun benda lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan BRB. Panitia juga melarang keras segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, dan narasi adu domba, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Seluruh peserta diharapkan menjaga sikap, perilaku, dan perkataan. Informasi resmi BRB hanya disampaikan melalui PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun. Di luar itu bukan menjadi tanggung jawab kami,” tegas Alim.
Panitia menegaskan, setiap pelanggaran akan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. BRB 2025 diharapkan menjadi contoh kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang menjunjung tinggi kedamaian, ketertiban, serta semangat terdepan membangun persaudaraan.
Penulis : Nanang
