Sampah Menggunung di TPS Gedung Terpadu, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

Pemandangan tak biasa, bau tak sedap akibat tumpukan sampah menggunung di TPS gedung terpadu Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Gedung Terpadu, Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Ponorogo, masih terlihat menggunung meski pengangkutan sampah telah dilakukan pada Rabu pagi (24/12/2025). Kondisi tersebut terpantau langsung oleh Sinyal Ponorogo dan masih menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga.
Pantauan di lokasi, sisa tumpukan sampah masih meluber dan sebagian menjorok ke bahu jalan. Aroma tak sedap masih tercium, terutama di sekitar TPS yang berdekatan dengan Kodim, Koramil, rumah dinas Dandim Ponorogo, serta kawasan perkantoran Gedung Terpadu.
Wakit, warga Purbosuman, mengaku bau menyengat sudah ia rasakan sejak beberapa hari terakhir saat melintas di kawasan tersebut.
“Mak seng, baunya. Pas lewat depan TPS Gedung Terpadu,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang beraktivitas dan berolahraga di sekitar lokasi. Menurut mereka, bau sampah sempat menjalar hingga ke depan rumah dinas Dandim Ponorogo dan area perkantoran.
Penumpukan sampah di TPS Gedung Terpadu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, persoalan ini kerap muncul dengan alasan kerusakan armada truk pengangkut sampah. Namun kali ini, penyebabnya disebut berasal dari hulu.
Seorang petugas kebersihan di TPS menjelaskan, terhentinya pengangkutan sampah sebelumnya disebabkan alat berat atau bego di TPA Mrican mengalami kerusakan. Selain itu, kapasitas TPA yang sudah penuh membuat proses pembuangan sampah tidak berjalan normal.
“Alat berat di TPA Mrican rusak, Pak. Tempatnya sudah penuh, jadi kemarin sempat tidak bisa menerima sampah,” jelasnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa TPA Mrican telah berada dalam status overload. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo sebelumnya telah merencanakan relokasi TPA Mrican pada 2026 karena daya tampung yang semakin terbatas. Namun hingga TPA baru terbangun, lokasi lama masih dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala DLH Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan Sinyal Ponorogo masih belum mendapat respons.
Meski pengangkutan sudah mulai dilakukan, sisa tumpukan sampah di TPS Gedung Terpadu menunjukkan persoalan sampah di Ponorogo belum sepenuhnya tertangani. Penanganan yang cepat dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak agar persoalan serupa tidak terus berulang, terutama di kawasan pusat aktivitas pemerintahan.
Penulis : Nanang